Pasangan capres cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno (dok: kompas)
MONITOR, Jakarta – Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi merasa gerah atas dugaan kecurangan yang terjadi dalam kontestasi Pilpres 2019. Di sejumlah daerah, pendukung paslon 02 itu mengaku menemukan fakta kecurangan.
Hal itu diungkapkan Koordinator Juru Bicara BPN Dahnil Anzar Simanjuntak. Ia mengatakan, Prabowo dan Sandi akhirnya memutuskan untuk menolak hasil pengumuman rekapitulasi suara Pilpres 2019 yang diumumkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI pada Selasa, 21 Mei 2019 sekitar pukul 01.46 WIB.
“Pak Prabowo dan bang Sandi Uno menyatakan, terkait dengan penolakan hasil Pilpres setelah menerima masukan dari para ahli hukum dan desakan wilayah-wilayah seperti Jateng, Jatim, Bali, Sumut dll yg mengalami fakta kecurangan,” kata Dahnil, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (21/5).
Selain itu Dahnil menambakan, para pendukung Prabowo-Sandi meminta BPN untuk tetap melakukan gugatan hukum melalui jalur konstitusional yaitu Mahkamah Konstitusi.
“Mereka tetap meminta agar BPN melakukan upaya konstitusional ke MK,” tandas mantan Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah ini.
MONITOR, Jakarta – PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat sebanyak 352.578 kendaraan meninggalkan wilayah Jabotabek pada…
MONITOR, Surabaya – Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) semakin menunjukkan daya tariknya sebagai destinasi utama…
MONITOR, Jakarta – Arus lalu lintas di sejumlah ruas tol yang dikelola Jasamarga Nusantara Tollroad Regional…
MONITOR, Jakarta – DPR RI menerima kunjungan delegasi United Kingdom All-Party Parliamentary Group (APPG) on…
MONITOR, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, mengingatkan pekerja/buruh dan pengusaha agar tidak berhenti pada hubungan…
MONITOR, Serang - Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung sektor pertanian…