Kemendes PDTT

Jadi Percontohan, Kemendes Apresiasi Desa Tarikolot Citeureup dalam Pengelolaan Data

MONITOR, Bogor – Desa Tarikolot, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor menjadi salah satu desa percontohan yang berhasil dalam pengelolaan data desa sebagai dasar dalam perencanaan pembangunan desa sehingga tepat sasaran sesuai potensi desa dan kebutuhan masyarakat.

Sekretaris Desa Tarikolot Rian Hidayat menjelaskan bahwa proses pengelolaan data yang dilakukan di desanya melibatkan masyarakat secara langsung. Dimulai dari perekrutan tenaga pencacah, melaksanakan pelatihan yang melibatkan pendamping, kemudian masyarakat melakukan pendataan secara langsung dan kepala desa melakukan monitoring.

Selanjutnya data di verifikasi untuk diinput dan diolah, sehingga bisa mendapatkan data layanan sosial dasar seperti data jumlah anak putus sekolah, data sanitasi dan air bersih, cakupan imunisasi dan lain-lain.

“Dengan pendataan seperti itu lebih mudah menentukan program pemberdayaan dan lebih tepat sasaran,” ujarnya saat acara Focus Group Discussion Sistem Pengelolaan Data dalam Pembangunan Desa di Kantor Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, Kamis (9/5).

Dirinya mengisahkan, sebelum ada pengelolaan data di desanya, perencanaan dan penganggaran nyaris sama polanya setiap tahun cenderung didominasi pembangunan fisik (infrastruktur). Selain itu, kepala desa dan masyarakat tidak memiliki data dan informasi yang memadai terkait layanan sosial dasar seperti pendidikan dan kesehatan.

“Dengan adanya pengelolaan data seperti ini yang by name by address memudahkan desa untuk penyaluran bantuan,” ungkapnya.

Sejalan dengan hal tersebut, Pejabat Kepala Desa Tarikolot Raden Ika Sudarmika mengatakan setelah ada sistem pengelolaan data dalam pembangunan desa dari perencanaan awal, sehingga dalam merancang APBDes bisa tepat sasaran dan program produktif, karena pembangunan tidak hanya infrastruktur tapi pemberdayaan masyarakat dan ekonomi.

“Dengan memiliki data mikro berbasis masyarakat yang by name by address memudahkan  desa menyusun perencanaan dan penganggaran, kedua, menciptakan kepercayaan warga ke pemerintah desa karena terjadi transparansi, ketiga, mudah mengukur kinerja selama periode kepemimpinan kepala desa, dan keempat dapat dengan cepat mengambil keputusan. Dengan adanya pengelolaan data seperti ini, pemerintahan desa jadi tahu permasalahan dan solusi yang harus di ambil, misalnya saja, saat ini sudah jarang warga yang tidak memiliki MCK, atau anak putus sekolah berkurang,” pungkasnya.

Haryono Suyono dari advisor Kemendes PDTT mengatakan bahwa membangun tanpa data, roadmap, tidak akan tepat sasaran karena data berguna untuk melihat dampak.

“Saya anjurkan daerah lain gunakan perencaan dan evaluasi dengan data yg cermat. Karena sekali bohong, tidak menguntungkan rakyat banyak. Jadi, setiap Musdes kalau perlu tidak hanya disajikan satu data. Tapi, dua atau tiga data untuk saling mengecek,” ujarnya.

Sementara itu, advisor lainnya, Bibit Samad Rianto mengatakan bahwa ada empat jenis data yang harus dikumpulkan untuk musdes yakni data masalah, potensi, aspirasi dan data regulasi atau aturan.

“Musdes perlu membuat ini itu, itu namanya masalah. Kedua, harus tahu data tentang potensi. Ketiga perlu regurasi/aturan Perdes. Tapi tidak bertentangan dengan aturan di atasnya. Keempat, menampung aspirasi desa ingin seperti apa,” pungkasnya.

Recent Posts

QUTB GLOBAL Apresiasi Doa Lintas Agama di Konser Andrea Bocelli: Perbedaan Adalah Kekuatan Bangsa

MONITOR, Jakarta - Doa lintas agama dalam pembukaan konser Andrea Bocelli di JIExpo, Jakarta, dinilai…

2 jam yang lalu

Kemnaker dan PT IWIP Jalin Kerja Sama Perkuat Kompetensi SDM Pengolahan Logam Berat

MONITOR, Halmahera Tengah — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menjalin kerja sama strategis dengan PT Indonesia Weda…

16 jam yang lalu

Sekjen Kemenag: Khairu Ummah Harus Diwujudkan melalui Aksi Nyata dan Kolaborasi Negara MABIMS

MONITOR, Jakarta – Konsep Khairu Ummah (umat terbaik) tidak cukup dimaknai sebagai wacana normatif atau…

16 jam yang lalu

Kementerian UMKM dan BEI Buka Akses Pasar Modal bagi Usaha Menengah Lewat Go Public Academy

MONITOR, Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) bersama PT Bursa Efek Indonesia…

19 jam yang lalu

UIN Jakarta Dukung Diplomasi Keislaman Kawasan melalui Seminar Kertas Tema SOM MABIMS ke-50

MONITOR, Jakarta— Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar Seminar Kertas Tema dalam rangka…

22 jam yang lalu

Indonesia Tuan Rumah SOM MABIMS ke-50, Menag Ajak Empat Negara Bangun Masyarakat Islam Berkeadaban

MONITOR, Jakarta - Indonesia menjadi tuan rumah Senior Officials Meeting (SOM) ke-50 Menteri Agama Brunei…

2 hari yang lalu