PEMERINTAHAN

Kepala BKP Kementan: Kami Sudah Antisipasi Kebutuhan Pangan untuk HBKN

MONITOR, Jakarta – Adanya peningkatan permintaan bahan pangan menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN), seperti puasa dan Idul Fitri, sudah diantisipasi jauh-jauh hari oleh Kementerian Pertanian (Kementan) dengan meningkatkan produksi berbagai komoditi pangan, sehingga bisa mencukupi kebutuhan masyarakat.

“Kami sudah mengantisipasi berbagai kebutuhan pangan seperti beras, cabai dan bawang dengan menaikan produksi 20 – 30 persen, yang ditanam 2 – 3 bulan sebelumnya. Jadi, pertanaman kita tingkatkan,” ujar Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementan Agung Hendriadi di kantornya, Selasa (7/5).

Menurut Agung, selain dari sisi produksi, masalah distribusi juga menjadi perhatian pemerintah, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir karena bahan pangan cukup.

“Untuk memudahkan masyarakat membeli bahan pangan, kami telah melakukan operasi pasar dan gelar pangan murah diberbagai tempat stategis,” ujar Agung.

“Hari minggu lalu (5/5) Menteri Pertanian telah mengelontorkan bawang putih sebanyak 4 kontainer di Pasar Induk Kramat Jati dan disebar diberbagai lokasi, sehingga bisa terdistribusi kemasyarakat secara luas dengan harga kisaran 25 – 30 ribu perkilogram,” tambah Agung.

Menurut Agung upaya yang dilakukan melalui operasi pasar dan gelar pangan murah yang menjual bawang putih mampu mengerek harga sehingga terus turun.

“Efeknya memang tidak langsung. Tapi 2-3 hari ini harga bawang putih sudah turun. Di DKI Jakarta yang semula 50-60 ribu, sudah turun menjadi 40 ribuan, dan diharapkan akan terus turun dikisaran harga 25 – 30 ribu perkilonya,” tambah Agung.

Dikatakan Agung, operasi pasar juga dilakukan di beberapa daerah lain.
“Yogyakarta sudah melakukan OP, menyusul Lampung, Sumbar, dan beberala provinsi lainnya,” jelas Agung lagi.

Lonjakan permintaan pangan menurut Agung, sifatnya hanya sesaat dan beberapa waktu saja.

“Keinginan ibu-ibu mempunya stok lebih banyak bawang, cabai biasanya 3 hari memasuki puasa ramadhan, setelah itu agak berkurang, dan seminggu sebelum lebaran ada sedikit kenaikan lagi,” kata Agung.

“Ini sudah rutin dan setiap HBKN memang begitu. Namun kami sudah mengantisipasinya, sehingga masyarakat tidak perlu khawatir,” tambah Agung.

Ditambahkan Agung, untuk melakukan pemantauan ketersediaan dan harga pangan, pihaknya telah bersinergi dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait dan Satgas Pangan untuk bersama-sama turun ke pasar.

Dikatakan Agung, melalui upaya yang dilakukan, diharapkan harga ditingkat produsen tidak jatuh agar produsen terus semangat berproduksi.

“Disisi lain, harganya juga terjangkau oleh daya beli masyarakat,” pungkas Agung.

Recent Posts

BBM Nelayan Rp15.000, GNTI: Benahi Akses dan Tata Kelola agar Kebijakan Tepat Sasaran

MONITOR, Jakarta – Ketua PP Gerakan Nelayan Tani Indonesia (GNTI) Bidang Nelayan, Sarana dan Prasarana,…

5 jam yang lalu

LSAK Desak Presiden Copot Jaksa Agung, Sebut Jadi Tolok Ukur Independensi Pengusutan Dugaan Korupsi Eks Jampidsus

MONITOR, Jakarta – Lembaga Studi Anti Korupsi (LSAK) mendesak Presiden segera mencopot Jaksa Agung ST.…

6 jam yang lalu

Kemnaker Petakan Kebutuhan Industri Jepang untuk Perluas Peluang Kerja bagi Tenaga Kerja Indonesia

MONITOR, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memetakan kebutuhan industri Jepang dalam upaya menyelaraskan penyiapan tenaga…

10 jam yang lalu

Komnas Haji: Skema Biaya Haji 2027 Populis tapi Berpotensi Mengganggu Keberlanjutan

MONITOR, Tangerang Selatan - Ketua Komnas Haji, Dr. H. Mustolih Siradj, S.H.I., M.H., menilai rancangan…

11 jam yang lalu

Legislator Soal Remaja Diperkosa 27 Orang: Ini Extraordinary Crime yang Perlu Penanganan Luar Biasa

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah menyatakan keprihatinannya atas kasus dugaan pemerkosaan…

15 jam yang lalu

Legislator Usul DPR Gunakan Hak Angket Atasi Ketegangan Polri Vs Kejaksaan Buntut Kasus Hukum Eks Jampidsus

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Benny K Harman meminta DPR menggunakan hak…

15 jam yang lalu