Waketum Partai Gerindra Fadli Zon
MONITOR, Jakarta – Sistem pertahanan RI tengah dipertanyakan. Dalam debat capres sesi keempat, capres nomor urut 02 Prabowo Subianto pun mengkritik rendahnya anggaran pertahanan Indonesia, terlebih jika dibandingkan dengan Singapura.
Tak terima atas kritikan Prabowo, capres petahana Joko Widodo pun menyindir Prabowo yang seolah tidak percaya dengan kekuatan TNI saat ini. Bahkan, dalam beberapa kesempatan turun daerah menyapa rakyat Indonesia, Jokowi mengkritik argumen Prabowo.
Jokowi ingin memperlihatkan, bahwa siapapun tak boleh meremehkan kekuatan TNI, yang menurutnya TNI justru merupakan tentara terbesar se-Asia Tenggara. Sementara di antara 190 negara di dunia, TNI menduduki peringkat 15 besar.
Menyinggung respon Jokowi, Waketum Gerindra Fadli Zon justru mempertanyakan daya pikir mantan Gubernur DKI Jakarta itu. Fadli melihat, Jokowi sesungguhnya tidak paham apa yang disampaikan Prabowo menyoal sistem pertahanan negara.
“Orang ini nggak cerdas menangkap apa yang disampaikan Pak Prabowo,” kritik Fadli Zon, Kamis (4/4).
Fadli yang merupakan Wakil Ketua DPR RI ini menjelaskan, sesungguhnya Prabowo justru ingin memperkuat posisi TNI dengan cara menambah anggaran pertahanan. Dengan begitu, daya tawar TNI akan semakin kuat dan disegani.
“Justru kita ingin TNI makin kuat dan disegani. Tambah anggarannya. Duh, padahal cerdas (fathonah) ini salah satu sifat pemimpin agar bisa cari solusi,” sindir Fadli Zon.
MONITOR, Makkah — Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia menyampaikan duka cita mendalam atas wafatnya Muhammad…
MONITOR, Jakarta — Menjelang berakhirnya Program Magang Nasional Batch 2 pada 23 Mei 2026, Kementerian Ketenagakerjaan…
MONITOR, Makkah — Kementerian Haji dan Umrah memastikan seluruh jemaah haji Indonesia telah diberangkatkan menuju Arab…
MONITOR, Jakarta — Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI Maman Abdurrahman berkolaborasi dengan Menteri…
MONITOR, Mekkah - KOMNAS HAJI menyoroti pentingnya pengelolaan pergerakan jemaah di kawasan Muzdalifah menjelang puncak…
MONITOR, Yogyakarta - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menyelenggarakan National Policy Dialogue bertajuk “Kedaulatan…