SUMATERA

Aslam Mahrom Dorong Industri Padat Karya Pengolahan Karet di Musi Rawas

MONITOR, Musi Rawas – Berdasarkan data Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) tahun 2019, angka pengangguran tahun 2018 sebesar 3,23 persen. Jumlah tersebut mengalami peningkatan bila dibanding tahun 2017 lalu sebesar 2,8 persen atau mengalami peningkatan sebesar 0,43 persen.

Kenaikan angka pengaguran di Mura disebabkan tinggi angkatan kerja baru, homogenitas pekerja, sistem kerja kekeluargaan, jam kerja minim, serta harga karet yang terus turun. Hal tersebut sangat mempengaruhi tingkat pengangguran di Mura, karena masyarakat sangat bergantung pada sektor agraris. Kedepan harus ada terobosan kebijakan agar Mura dapat semakin maju.

Menjelaskan hal tersebut, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) Periode 2014-2019, Aslam Mahrom menyebutkan selama ini fokus pembangunan di Mura lebih kepada layanan dasar, seperti kesehatan, pendidikan, dan infrastruktur fisik. Hal tersebut menjadi penting agar kedepan akses investasi dan peluang usaha di Mura lebih terbuka lebar dan membuka banyak lapangan kerja baru.

“Harapannya beberapa tahun kedepan masalah pengangguran bisa diatasi dengan ketersediaan infrastruktur fisik dan administrasi. Karena akan dapat mendorong investor datang ke Mura, fokus kita kedepannya adalah menjadi Mura sebagai sentra pengolahan karet, tidak hanya sebagai produsen getah mentah yang saat ini harganya sangat memprihatinkan. Skemanya pertama kita akan mengupayakan industri rumahan karet dan industri padat karya,” kata Aslam Mahrom saat diwawancarai wartawan di Musi Rawas (3/3/2019).

Ketua Fraksi Partai Hanura tersebut menambah sebagai salah satu sentra karet di Sumsel “Bumi Lan Serasan Sekantenan” harus mampu mengatasi harga karet yang terus turun beberapa tahun terakhir, industri pengolahan adalah solusinya.

“Indikator-indikator pendukung sudah tersedia dan siap dimanfaatkan untuk mendukung industri pengolahan karet. Jika terus mengandalkan bahan mentah saja, kita akan sulit sejahtera, maka Mura harus jadi pusat pengolahan karet di Indonesia, itu akan menjadi prioritas kita kedepannya,” tutup Caleg DPRD Provinsi Sumsel Partai Hanura tersebut.

Recent Posts

Prof Rokhmin Paparkan Roadmap Maritim 2045, Targetkan PDB Maritim 15 Persen

MONITOR, JAKARTA - Indonesia menargetkan kontribusi produk domestik bruto (PDB) maritim mencapai 15 persen dan…

2 jam yang lalu

Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran, Kemenhaj Benahi Tata Kelola dan Perkuat Layanan Jemaah

MONITOR, Jakarta - Transformasi penyelenggaraan ibadah haji dan umrah dalam dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo…

3 jam yang lalu

Indonesia dan Malaysia Bahas Penguatan Regulasi Pelindungan Anak di Ruang Digital

MONITOR, Jakarta - Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid bersama Menteri Komunikasi Malaysia Fahmi Fadzil…

5 jam yang lalu

Panen Raya Padi di Indramayu, Produktivitas Meningkat 2,7 Ton/Hektare berkat Extragen dan Pupuk Berimbang

MONITOR, Indramayu - Kelompok Tani (Poktan) Gentong Jaya, Kecamatan Juntinyuat, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, mencatat…

6 jam yang lalu

Marwan Jafar Salurkan Ratusan Ribu Liter Air Bersih, Desak Solusi Permanen Atasi Kekeringan

MONITOR, Pati - Anggota DPR RI Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Marwan Jafar, menyalurkan bantuan…

6 jam yang lalu

Dorong Kemandirian, Menko Muhaimin Buka Jalan Santri Keluar dari Kemiskinan

MONITOR, Jakarta - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Menko PM) A. Muhaimin Iskandar mengajak Kementerian…

15 jam yang lalu