DAERAH

Mentan Amran Apresiasi PPL dan Tenaga Teknis Pertanian

MONITOR, Jakarta – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengapresiasi peran Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) dan tenaga teknis pertanian lainya atas dedikasi dan kontribusinya terhadap capaian Kementerian Pertanian selama empat tahun terakhir.

“Melalui mereka, pembangunan sektor pertanian meraih sejumlah prestasi yang membanggakan,” kata Amran dalam sosialisasi pengadaan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) di Ruang Auditorium Gedung F Kementerian Pertanian, Senin (11/2).

Amran menjelaskan, setidaknya sektor pertanian membutuhkan para penyuluh sebanyak 74.000 orang. Ribuan penyuluh ini yang nantinya akan memperkuat Rangkaian ketahanan pangan secara nasional.

“Sedangkan yang tersedia baru 31.500 orang, sehingga kita masih membutuhkan 42.500 orang. Karena itu diharapkan sebagian dapat diisi dari THL lingkup Kementerian Pertanian,” kata Amran, Senin (11/3).

Menurut Amran, rekrutmen Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) ini diperuntukan untuk Jabatan Penyuluh Pertanian yang berasal dari THL-TB Penyuluh Pertanian, Tenaga Kontrak Pendamping (TKP) Perkebunan, Medik Veteriner, Paramedik Veteriner, Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tanaman – Pengamat Hama Penyakit (POPT-PHP), Penyelia Mitra Tani dan Inseminator, dengan kompetensi Pendidikan Bidang Pertanian.

“Untuk Jabatan Penyuluh Pertanian kami telah mengusulkan 17.691 orang THL lingkup Kementerian Pertanian dan dari hasil validasi ternyata yang memenuhi persyaratan sebanyak 14.924 orang,” katanya.

Amran berharap, seluruh THL yang saat ini bekerja di seluruh kabupaten dan kota tidak menyia-nyiakan kesempatan yang ada. Kata dia, seluruh rangkaian ini wajib diikuti sehingga mampu dipahami Kepala Dinas Pertanian di Provinsi dan Kabupaten Kota.

“Sedangkan Tahapan Pengadaan ASN PPPK Tahap I hanya diperuntukan bagi jabatan Guru, Tenaga Kesehatan, dan Penyuluh Pertanian,” katanya.

Adapun untuk Jabatan Dokter Gigi dan Bidan sebagai Jabatan Tertentu memiliki Batas Usia Pelamar Paling Tinggi 40 Tahun. Hal ini sesuai dengan Keputusan Presiden Nomor 25 Tahun 2018.

“Jabatan tersebut merupakan Jabatan Khusus, spesifik dan memerlukan Pendidikan Khusus dan memiliki Sertifikat Profesi. Jumlahnya juga terbatas dan penempatan diutamakan di daerah terpencil,” ujarnya.

Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian, Momon Rusmono menambahkan, selain apresiasi, acara ini juga digelar untuk menyamakan persepsi antara pemerintah pusat dan dinas pertanian di seluruh Indonesia.

“Juga, kami melakukan pengesahan data lampiran MoU antara gubernur dan bupati atau walikota di seluruh Indonesia dengan pemerintah pusat yang berisi ASN PPPK terdidi dari penyuluh, tenaga kontrak pendamping dll,” pungkasnya.

Recent Posts

Menteri UMKM Pastikan Keberlangsungan Pemberdayaan Pengusaha Perempuan di Pulau Rinca NTT

MONITOR, Labuan Bajo – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) RI Maman Abdurrahman meninjau…

8 jam yang lalu

Respons Aspirasi Guru, Kemenag Kebut Sertifikasi 467 Ribu Guru dan Naikkan Insentif Setara UMK

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama menyiapkan sejumlah langkah strategis untuk meningkatkan kesejahteraan guru binaan. Fokus…

8 jam yang lalu

FEB UIN Jakarta Jajaki Kerja Sama Strategis dengan BPS Tangsel Perkuat Literasi Data

MONITOR, Tangerang Selatan - Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Ibnu…

9 jam yang lalu

Kembangkan Teknologi Pengolahan Air, Tiga Perusahaan Jajaki Kerja Sama Strategis di Kawasan Industri

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) mempercepat penguatan infrastruktur pengelolaan air dan limbah di kawasan…

11 jam yang lalu

DPR Dorong Korban Kecelakaan Kereta di Bekasi Timur dan Keluarga Dapat Pendampingan Trauma Healing

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher menyampaikan duka cita yang…

11 jam yang lalu

Komisi IX DPR Kritik BGN Tetap Beri Insentif Besar ke SPPG Meski Tutup

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris mengkritik keras kebijakan Badan…

11 jam yang lalu