Perayaan Imlek 2570, Abdul Basyid Has Momentum Perkuat Persaudaraan di Kepri

1005
Abdul Basyid Has ketua DPW PKB Kepri

MONITOR, Tanjungpinang – Perayaan Tahun Baru Imlek 2570 di pusatkan di depan Vihara Bahtra Sasana Jalan Merdeka Kota lama merupakan acara tahunan yang di selenggarakan oleh Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Kota Tanjungpinang, Senin (4/2) malam. Rangkaian acara dihadiri ribuan masyarakat Tanjungpinang.

Keterkaitan antara budaya Tionghoa dan Kepri seperti dua sisi mata uang yang tidak bisa dipisahkan, budaya Tionghoa sudah menjadi aset budaya lokal Tanjungpinang khususnya dan Kepri pada umumnya melalui akulturasi budaya. Jumlah masyarakat etnis Tionghoa di Kepri diperkirakan mencapai 15-20 persen.

Ketua Dewan Perwakilan Daerah Partai Kebangkitan Bangsa, Abdul Basyid Has mengucapkan selamat merayakan Tahun baru Imlek bagi masyarakat Kepri yang merayakan. Baginya tahun baru Imlek adalah momentum mengukuhkan persaudaraan di Kepri, meskipun saling berbeda tetap bisa berkejasama dan saling menghargai ini merupakan modal besar pembangunan.

“Selamat Tahun Imlek 2570, Gon Xi Fa Cai untuk semua yang merayakan di Kepri. Saya sangat mengapresiasi seluruh rangkaian kegiatan, perayaan Imlek sangat ditunggu tunggu bagi masyarakat Kota Tanjungpinang, khususnya warga Tionghoa, untuk itu kita harus bersatu dan saling menghormati dan menghargai satu sama lain, serta dapat selalu bersinergi dalam membangun Tanjungpinang dan Kepri. Kekayaan budaya adalah aset besar Kepri yang harus terus dikembangkan untuk kesejahteraan masyarakat,” jelas Abdul Basyid Has saat dimintai komentar di Tanjungpinang, Rabu (6/2/2019).

Calon Anggota Legislatif DPR RI Dapil Kepri tersebut menambahkan dalam sejarahnya di Indonesia, apresiasi tinggi juga harus diberikan pada almarhum Presiden Indonesia ke-4 Abdurahman Wahid (Gus Dur) yang menjadi pelopor atas diperbolehkannya perayaan Imlek. Perjuangan Gus Dur harus terus menjadi inspirasi para penerus untuk tetap menenun bingkai persaudaraan. “Setiap perayaan Imlek, kita selalu mengingat sosok Presiden ke-4 Indonesia, Gus Dur yang lantang memperjuangkan persaudaraan mari sempatkan membaca Al-Fatihah untuk beliau. Tugas kita kini adalah mengukuhkan dan menjaga persaudaraan untuk dijadikan modal kemajuan Kepri dan Indonesia,” tegasnya.