PARLEMEN

DPR Mulai Uji Kepatutan Calon Hakim MK

MONITOR, Jakarta – Komisi III DPR RI mulai menguji kepatutan dan kelayakan para calon hakim Mahkamah Konstitusi (MK). Dari riyawat profesi, pengetahuan hukum, hingga perselingkuhan tak luput ditanya para anggota Komisi III DPR RI yang hadir. Sebelumnya, para calon memaparkan lebih dulu isi makalah yang ditulisnya beberapa waktu lalu.

Rapat yang dipimpin Wakil Ketua Komisi III DPR RI Desmond Junaidi Mahesa itu, Rabu (6/2), menghadirkan Hesti Armiwulan Sochmawardiah sebagai calon perdana yang mengikuti uji kelayakan dan kepatutan calon Hakim MK.

Anggota Komisi III DPR RI Arsul Sani (F-PPP) sempat bertanya keterlibatan Hesti dalam partai politik dan tidak membuat LHKPN saat menjadi komisioner Komnas HAM. Calon hakim konstitusi yang satu-satunya perempuan ini menjawab, keterlibatannya dalam partai politik hanya sebatas menjadi caleg Partai Golkar di dapil Jatim I pada pemilu lalu.

Sementara soal Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang tidak dibuatnya saat menjadi komisioner Komnas HAM, Hesti hanya menjawab, semua bahan laporan sudah diserahkan kepada sekretariat Komnas HAM. Tapi, ia tak mengonfirmasi lagi apakah berkas laporan itu sudah dilaporkan ke KPK.

Yang menarik ketika Anggota Komisi III DPR RI Adies Kadir (F-PG) mengajukan pertanyaan menggelitik soal isu perselingkuhannya dengan mantan Gubernur Jawa Timur Basofi Sudirman. Dengan lugas ia menjawab, hubungannya sebatas urusan profesional. Ketika itu, ia mengaku membantu Basofi dalam membuat buku. Tak ada isu lain selain urusan profesi.

Komisi III DPR RI menggelar uji kelayakan ini selama dua hari penuh untuk sebelas calon. Hari pertama ini menguji enam calon. Selain Hesti, lima lainnya adalah Aidul Fitriciada Azhari, Bahrul Ilmi yakup, Galang Asmara, Wahiduddin Adam, dan Refly Harun. Uji kepatutan ini disaksikan pula tim ahli yang sudah ditunjuk Komisi III DPR RI.

Recent Posts

Kinerja APBN Januari 2026 Solid, Sinyal Ekonomi Makin Pulih

MONITOR, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan realisasi APBN hingga 31 Januari…

5 jam yang lalu

Soroti Impor 105 Ribu Mobil India, DPR: Industri Otomotif Kita Sedang Lesu

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi VI DPR RI Darmadi Durianto mempertanyakan kebijakan impor 105 ribu…

7 jam yang lalu

Kemenag Targetkan Rp4,5 Triliun BOP RA dan BOS Madrasah Swasta Cair Sebelum Lebaran 2026

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama menargetkan dana Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) Raudhatul Athfal (RA) dan…

9 jam yang lalu

Percepat Akses Pembiayaan UMKM Sumut, Kementerian UMKM Gelar Akad Massal KUR

MONITOR, Pematang Siantar - Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat akses pembiayaan bagi…

9 jam yang lalu

Kemenag Segera Bentuk Ditjen Pesantren, Kelola 42 Ribu Pontren Lebih

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) terus mempersiapkan pembentukan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pesantren. Ini akan…

13 jam yang lalu

KSPN Desak Prabowo Batalkan Rencana Impor 105 Ribu Kendaraan Operasional Kopdes Merah Putih

MONITOR, Jakarta - Konfederasi Serikat Pekerja Nusantara (KSPN) menyatakan sikap kritis terhadap kebijakan PT Agrinas…

14 jam yang lalu