SUMATERA

Dafryan Anggara: Pemerintah Tidak Antisipasif Tangani DBD

MONITOR, Bandar Lampung – Pada Senin (28/1/2019) kemarin Pemerintah Kota Bandar Lampung melalui Dinas Kesehatan mengintruksikan seluruh puskesmas untuk melakukan fogging (pengasapan) massal sebagai langkah pencegahan Demam Berdarah Dangue (DBD). Langkah tersebut dinilai terlambat, mengingat jumlah pengidap DBD di Bandar Lampung tinggi.

Terbaru Kecamatan Sukarame dinyatakan sebagai wilayah endemik DBD di Kota Bandar Lampung, pasalnya kasus terbanyak terjadi di wilayah tersebut. Antisipasi pemerintah dinilai lamban dalam mencegah penyebaran DBD, ditambah data Dinkes Bandar Lampung selama tahun 2018 terdapat 2783 kasus DBD dan 4 orang diantaranya meninggal.

Merespon hal tersebut, Calon Anggota Legislatif DPRD Kota Bandar Lampung Dapil II, Dafryan Anggara menyesalkan antisipasi yang belum cepat tanggap dari pemerintah. Ketika sudah menyebar dan banyak korban baru melaksanakan langkah pencegahan. Seharusnya sebagai penyakit musiman DBD dapat dicegah penularannya.

“Sangat disayangkan pemerintah kurang antisipatif cegah DBD, padahal tahun 2018 Provinsi Lampung terutama Kota Bandar Lampung kasus DBD ribuan. Harapannya setiap kebijakan pemerintah selalu mempertimbangkan data sebelumnya, agar bisa lebih antisipasi. Sekarang kan kesannya mengobati, bukan mencegah. Kedepan hal-hal seperti ini harus diubah dengan adanya legislasif yang pro aktif terhadap masyarakat ataupun kepada pemerintah eksekutif,” ujar Dafryan Anggara pada wartawan di Bandar Lampung, Selasa (29/1/2019).

Politisi Muda Partai Gerindra tersebut menambahkan meskipun tidak antisipatif, kebijakan fogging keseluruh Kota Bandar Lampung yang diintruksikan oleh Dinkes patut didukung untuk menghentikan penyebaran nyamuk Aedes Aegepty daripada tidak melakukan langkah sama sekali. Namun harus jadi tetap jadi bahan evaluasi agar lebih antisipatif menyelesaikan persoalan masyarakat Bandar Lampung terkhusus yang musiman seperti DBD.

“Patut kita didukung dan diapresiasi langkah Dinkes, meskipun sangat terlambat. Kedepan harus jadi bahan evaluasi bersama,” tutupnya.

Recent Posts

Silaturahmi KAHMI-ICMI, Prof Rokhmin Serukan Persatuan Umat Islam di Tengah Geopolitik Global

MONITOR, Bogor - Tokoh nasional dan Guru Besar Fakultas Kelautan dan Perikanan IPB University, Prof.…

2 jam yang lalu

Kemenag Instruksikan Salat Gerhana Bulan Total pada 13 Ramadan 1447 H

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama mengajak umat Islam melaksanakan Salat Gerhana bulan (khusuf al-qamar) saat…

2 jam yang lalu

DPR Desak KBRI Amankan Ribuan Jemaah Umrah Terdampak Konflik

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR RI, Maman Imanul Haq, mendesak pemerintah melalui Kedutaan…

8 jam yang lalu

Ayatollah Ali Khamenei Syahid, Partai Gelora Sampaikan Duka Mendalam

MONITOR, Jakarta - Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia berduka atas syahidnya Pemimpin Tertinggi Republik Islam…

10 jam yang lalu

Pemerintah Tetapkan 1 Syawal Lewat Sidang Isbat 19 Maret 2026

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama (Kemenag) akan menggelar sidang penetapan (isbat) 1 Syawal 1447 Hijriah…

12 jam yang lalu

HUT Ke-48, Jasa Marga Percepat Transformasi Infra as Structure Menuju Infra as Culture dalam Mewujudkan Komitmen Melayani Sepenuh Hati

MONITOR, Jakarta — PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-48 pada 1…

12 jam yang lalu