SUMATERA

Muhamad Rahul Desak Pemerintah Segera Tanggulangi Abrasi di Bengkalis

MONITOR, Bengkalis – Abrasi yang terjadi di Kabupaten Bengkalis Riau khususnya di Pulau Bengkalis hingga saat ini masih terus terjadi. Masyarakat Bengkalis terus mendesak Pemerintah Daerah dan Pusat untuk keseriusannya dalam mengatasi persoalan abrasi yang terjadi di bagian pesisir pantai utara dan Barat Pulau Bengkalis.

Kepala Desa Muntai menjelaskan diperkirakan sepanjang 4 KM perkebunan masyarakat sudah dihantam abrasi. Sehingga tanah dan kebun masyarakat hanya tinggal surat tanah aja lagi ungkapnya pada awak media pada Sabtu 26 Januari 2019. Dirinya juga menambahkan saat ini tanah perkebunan masyarakat sudah banyak yang hilang disebabkan abrasi ini.

Merespon bencana alam tersebut, Muhamad Rahul, Caleg DPR RI Dapil Riau I mendesak pemerinah daerah maupun pusat agar segera mengambil tindakan penanggulangan dan juga pencegahan agar kerugian masyarakat terhadap bencana tersebut bisa segera pulih.

“Kami turut prihatin atas terjadinya bencana alam di Bengkalis. Semoga tetap tabah. Kita tentu mendesak pemerintah agar segera mengambil tindakan nyata untuk menanggulangi bencana tersebut. Jangan didiamkan berlarut – larut” ungkapnya pada wartawan, (27/1/2019).

Bencana yang mengikis yanah perkebunan masyarakat sudah habis dihantam ombak. Kejadian ini terjadi seperti di RT 1 RW 2 dusun pusaka, dusun tua RT1 RW 2 dan dusun mekar sari RW 2 Desa Muntai. Disetiap tahunnya, pulau Bengkalis harus kehilangan luas daratan sehingga puluhan hektare perkebunan masyarakat habis dibawa arus air laut.

Caleg muda dari Partai Gerindra ini juga menambahkan dirinya akan secara serius mendesak agar pemerintah segera mengambil tindakan. “Hingga saat ini, kita mendapat informasi dari warga, belum ada upaya pemerintah yang betul – betul maksimal untuk mengatasi abrasi tersebut, hanya saja beberapa proyek pemecah gelombang. Yang ada juga tidak bisa menahan kerasnya gelombang air laut antara Selat Melaka-Bengkalis. Perlu langkah kongkrit untuk mengatasi masalah tersebut supaya abrasi tidak terjadi lagi” tutupnya.

Recent Posts

Kementerian UMKM Perkuat Inkubator untuk Cetak Wirausaha Berkualitas

MONITOR, Surabaya – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya memperkuat…

41 menit yang lalu

Menag Berhentikan Prof. Muzakki sebagai Rektor UIN Surabaya

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar memberhentikan Prof. Akh. Muzakki dari tugas tambahan sebagai…

59 menit yang lalu

Wamenaker: Pengesahan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Ditargetkan Oktober 2026

MONITOR, Jakarta — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menyatakan bahwa pemerintah dan DPR RI…

1 jam yang lalu

Rokhmin Dahuri: Swasembada Pangan Harus Menyejahterakan Petani

MONITOR, Jakarta - Capaian swasembada pangan tidak cukup diukur dari peningkatan produksi dan ketersediaan pangan…

14 jam yang lalu

Blue Economy; Basis Pembangunan Menuju Indonesia Emas 2045

MONITOR, Jakarta - Guru Besar Emeritus Pengelolaan Sumber Daya Pesisir dan Lautan IPB University sekaligus…

16 jam yang lalu

Wacana Ambang Batas 5 Persen, Partai Gelora Minta Kader Fokus Syarat Verifikasi Parpol

MONITOR, Jakarta - Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia meminta seluruh pengurus…

18 jam yang lalu