POLITIK

TKN Jokowi: Pidato Prabowo seperti Orang Kesurupan

MONITOR, Jakarta – Pidato kebangsaan yang disampaikan capres nomor urut 02, Prabowo Subianto, di Jakarta Convention Center pada Senin (14/1) lalu berhasil memukau para pendukungnya. Namun tidak dengan kubu lawannya yakni pendukung Jokowi, misalnya Ketua Fraksi Hanura Inas Nasrullah Zubir.

Anggota TKN Jokowi-Ma’ruf Amin ini justru melihat, pidato yang disajikan Prabowo layaknya seseorang yang tengah kesurupan. Penilaiannya tersebut, kata Inas, karena didasari banyaknya data-data invalid dan bukan merupakan fakta. Ia pun menyebut, penampilan Prabowo malam itu tidak tampak seperti sosok negarawan.

“Lamanya Prabowo diatas podium, yang awalnya dikemas sebagai pidato kebangsaan, lalu berubah menjadi podium caci maki dan hujatan, sama sekali tidak memperlihatkan bahwa Prabowo adalah sosok negawarawan dimana isu-isu nasional yang dinarasikan olehnya lebih banyak hoax-hoax yang selama ini diproduksi oleh Prabowo dan Sandiaga Uno,” ujar Inas, dalam keterangan tertulis yang diterima MONITOR, Rabu (16/1).

Seharusnya, kata dia, pidato kebangsaan tersebut harus berisi isu-isu nasional berdasarkan informasi yang benar yang perlu mendapat perhatian dari segenap bangsa Indonesia.

Politikus Hanura ini lantas mengatakan, bahwa wajar saja jika audiens yang hadir tampak berisik dan tidak fokus mencermati isi pidato Prabowo Subianto. Ia pun menyebut, suasana malam itu di Plenary Hall lebih tepat seperti kondisi riuhnya pasar malam.

“Maka, tidak salah jika yang hadir pada saat pidato kebangsaan tersebut hanya menyimak tidak lebih dari 15 menit saja dan setelah itu mereka tidak lagi fokus kepada pidato Prabowo Subianto yang mulai kesurupan sehingga suasana disekitar panggung mewah tempat berlangsungnya di Plenary Hall JCC Senayan berubah riuh mirip suasana pasar malam,” tandasnya.

Recent Posts

Rapim Kemenag DKI Jakarta, Kabiro SDM Sebut Kepemimpinan Level 5

MONITOR, Jakarta— Kepala Biro SDM Sekretariat Jenderal Kemenag RI, Muhammad Zain menegaskan pentingnya lompatan kinerja…

10 jam yang lalu

Bebas OPTK, 188,7 Ton Cengkih Asal Natuna Berlayar ke Semarang

MONITOR, Batam - Jaminan kesehatan komoditas bebas dari organisme pengganggu tumbuhan karantina (OPTK), kumbang tanduk…

11 jam yang lalu

Hasil Seleksi Pelatihan Vokasi Nasional Batch 2 Diumumkan 18 Juni 2026, Peserta Diminta Pantau Skillhub

MONITOR, Jakarta – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan mengumumkan hasil seleksi Program Pelatihan Vokasi Nasional (PVN)…

13 jam yang lalu

Takziah ke Keluarga Petugas Haji di Malang, Wamenhaj Apresiasi Dedikasi Cak Imin Tetap Bertugas di Tanah Suci

MONITOR, Malang - Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, mengunjungi rumah…

1 hari yang lalu

Komisi Kesehatan DPR Harap Pemerintah Segera Realisasikan Pemutihan Tunggakan Iuran BPJS

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Yahya Zaini berharap Pemerintah segera merealisasikan…

1 hari yang lalu

Banyak Kasus Badal Haji Fiktif, DPR Dorong Digitalisasi Layanan dan Perketat Pengawasan Petugas

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR RI, KH Maman Imanulhaq menyoroti banyaknya temuan terkait…

1 hari yang lalu