SUMATERA

Riny Fitrianti Dorong Pemerataan Pembagunan di Kepri

MONITOR, Batam – Berdasarkan data terbaru Badan Pusat Statistik (BPS), jumlah penduduk Kepualauan Riau (Kepri) mencapai 2,1 juta, dan 1,3 juta diantaranya bermukim di Kota Batam. Tidak meratanya persebar penduduk di Kepri berimbas pada tingkat kesejateraan masyarakat secara keseluruhan.

Dinas Sosial Provinsi Kepri menyebutkan Kota Batam sebagai penyumbang kemiskinan tersebar di provinsi tersebut per 2018 dengan 28 ribu Kepala Keluarga (KK) berada di bawah garis kemiskinan. Sebagai pusat industri dan perekonomian Kepri, Kota Batam punya daya tarik besar bagi masyarakat untuk mengantungkan hidup disana. Selama ini pemerintah sudah melakukan berbagai cara untuk mengurangi tingkat kemiskinan, namun belum maksimal. Bahkan meningkat dari tahun 2017.

Merespon hal tersebut, Tokoh Perempuan Kepri, Riny Fitrianti berharap ada perubahan main set pembangunan di Kepri agar tidak hanya terpusat di Kota Batam. Kepulauan Riau punya banyak peluang yang belum terkesplorasi secara menyeluruh, disebabkan pembangunan masih terpusat di Kota Batam dan Tanjungpinang.

“Kedepan kita harus mendorong pemerataan pembangunan di Kepri, agar persoalan kemiskinan dapat terurai dan solusinya lebih mudah untuk ditemukan. Persaingan di Kota Batam sangat ketat, jika tidak dibarengi dengan keterampilan yang baik akan berujung pada kemisikinan. Di sisi lain kita masih punya banyak potensi yang belum dimaksimalkan di Kepri seperti pengembangan kekayaan bahari yang sering terabaikan, Jika pembangunan tidak terkonsentrasi, potensi tersebut akan mampu menggerakan ekonomi Kepri kedepan,” Jelas Riny Fitrianti saat dimintai komentar di Batam, Kamis (10/1/2019).

Calon Anggota Legislatif DPR RI Dapil Kepri tersebut menambahkan langkah-langkah yang dilakukan pemerintah saat ini sudah baik, hanya saja memfokuskan penyelesaian masalah pada hulu persoalan.

“Pemerintah Kepri punya komitmen yang kuat untuk mengentaskan kemiskinan, namun belum ke pusat persoalannya, yaitu pemerataan pembangunan,” tutup putri mantan Gubernur Kepri (alm) Muhammad Sani tersebut.

Recent Posts

Menaker: SDM Jadi Kunci Indonesia Emas 2045

MONITOR, Pelalawan — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci…

7 jam yang lalu

TNI Bangun Sumur Bor untuk Warga Bokimaake melalui Program TMMD

MONITOR, Halmahera Timur - Harapan warga Desa Bokimaake, Kecamatan Wasile Tengah, Kabupaten Halmahera Timur, untuk…

8 jam yang lalu

Pendaftaran MagangHub Angkatan II Batch 1 Masih Dibuka hingga 28 Juli 2026

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menginformasikan bahwa pendaftaran peserta Program Pemagangan Nasional (MagangHub) Angkatan II…

8 jam yang lalu

Kemenperin Tegaskan Pentingnya Kepatuhan Industri Dalam Pelaporan SIINas

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) kembali menegaskan pentingnya kedisiplinan dan kepatuhan perusahaan industri dalam…

8 jam yang lalu

Mahasiswa KKN FIKOM Universitas Pancasila Gelar Pelatihan Digital Marketing, Perkuat Daya Saing UMKM Desa Tonjong

MONITOR, Bogor – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 2 Fakultas Ilmu Komunikasi (FIKOM) Universitas…

1 hari yang lalu

SETARA Institute Kritik Pelibatan Babinsa dalam Pengawasan Pajak

MONITOR, Jakarta – Ketua Dewan Nasional SETARA Institute, Pers Hendardi, mengkritik pelibatan Bintara Pembina Desa…

1 hari yang lalu