EKONOMI

Digitalisasi Pasar Lelang Pertanian

MONITOR, Sleman – Kementerian Pertanian bekerjasama dengan Kementerian Komunikasi dan Informatika memberikan bantuan alat komunikasi kepada asosiasi pasar lelang cabe, petani Puncak Merapi. Bantuan ini berupa smartphone untuk membantu komunikasi pasar lelang yang menghubungkan 10 titik pengumpulan dengan pusat pasar lelang cabe di Sleman.

Penyerahan alat komunikasi kepada asosiasi pasar lelang cabe di Sleman ini dihadiri oleh Dirjen Aptika Kemenkominfo dan Biro Perencanaan Kementan. Acara ini merupakan bentuk dukungan Kemenkominfo terhadap digitalisasi pertanian dinera industri 4.0.

Kemenkominfo berupaya mendorong digitalisasi pertanian untuk meningkatkan peran petani di era digital dan memberi peningkatan pendapatan bagi petani. “Kemenkominfo menekankan perlunya petani berpartisipasi dalam dunia digital khususnya e-commerce dengan menjaga kepercayaan konsumen dengan menjaga mutu dan kepastian harga produk”, ucap Dirjen Aptika Kemenkominfo, Samuel Abrijani Pangarepan.

( Foto : Istimewa )

Menyadari pentingnya pertanian mengarah ke era digitalisasi, Kementan menginisiasi penjualan dengan model pasar lelang. Penjualan melalui pasar lelang dinilai lebih menguntungkan.

Sejak diinisiasinya sistem lelang cabai ini pada akhir tahun 2017, harga yang diterima para petani menjadi jauh lebih layak. Sistem penentuan harga menjadi jauh lebih transparan karena para petani dapat mengetahui harga pasar yang terjadi sesungguhnya.

Kementan menginisiasi terbentuknya industri pertanian di era digital ini salah satunya dengan pembentukan pasar lelang komoditas secara digital untuk komoditas cabe khususnya dan komoditas pertanian pada umumnya.

“Ini sesuai arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga di petani serta memotong rantai pasok. Petani akan menikmati harga tertinggi dari penawar yang ada”, ujar Suwandi.

Selanjutnya Suwandi mengatakan, “Ini solusi _soft system_ memberi perlindungan ke petani untuk jaminan pasar dan kepastian harga. Manfaat lainnya adalah, petani menerima _cash and carry_, tercipta _one region and one price_, pasar adil dan transparan, memotong rantai pasok. Dampaknya adalah terciptanya stabilitas harga di konsumen”, tambahnya.

Dirinya berharap bila nanti pasar lelang sudah berjalan rutin, cakupan wilayah dan komoditasnya perlu diperluas. Pemerintah akan memfasilitasi berikut bangsal dan perlengkapannya. Termasuk sarana teknologi informasi online untuk pengiriman data, laporan dan penyebarannya.

“Bahkan setelah berkembang pasar lelang, nantinya dikenalkan pola _e-commerce_, penjualan online, pola resi gudang sayuran dan bentuk pasar lainnya yang lebih efisien, praktis dan _up to date_”, jelasnya.

Kementan memfasilitasi pembentukan pasar lelang di berbagai sentra dan secara bertahap akan mengintegrasikannya ke dalam suatu sistem pasar lelang nasional sehingga mampu membentuk jaringan pasar baru yang dapat mengangkat kesejahteraan petani.

“Kementan dan Kemenkominfo akan bersinergi membangun sistem pasar lelang digital pada 2019 untuk segera merealisasikan digitalisasi pemasaran produk pertanian”, jelas Kabag Kebijakan dan Program, Biro Perencanaan Kementan, Prayudi Syamsuri.

Recent Posts

Panen 88 Hari, Demplot Padi Organik di Subang Tingkatkan Produktivitas hingga Tiga Kali Lipat

MONITOR, Subang – Demplot budidaya padi organik di kawasan Lembur Pakuan, Desa Sukasari, Kecamatan Dawuan,…

10 jam yang lalu

DPR Dukung Aksi Jerhemy Nemo Tebang Sawit Ilegal, Dorong Gerakan Penghijauan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan memuji aksi penghijauan yang dilakukan…

1 hari yang lalu

Legislator Soroti Dugaan Klaim Fiktif JKN, Dorong Agar Diusut Tuntas karena ‘Rampok’ Uang Rakyat

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi menyoroti dugaan praktik klaim fiktif Jaminan…

1 hari yang lalu

Evaluasi Haji Embarkasi Banjarmasin, Menhaj Utamakan Istithaah Kesehatan Hingga Nol Toleransi Pelanggaran

MONITOR, Banjarbaru - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf menegaskan bahwa evaluasi…

1 hari yang lalu

Perkuat Ekosistem Transportasi Berkelanjutan, Jasa Marga Dukung Implementasi Biosolar B50 di Rest Area KM 57A

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkuat perannya dalam mendukung ekosistem transportasi berkelanjutan…

1 hari yang lalu

Sikapi Penyesuaian BPIH 2027, Menhaj Tekankan Efisiensi Tanpa Turunkan Kualitas Layanan

MONITOR, Banjarbaru - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan bahwa Biaya…

1 hari yang lalu