Memaknai Hari Ibu Lewat Linkungan dan Makanan Rumah

Oleh: Helda Khusun, PhD

Lingkungan rumah dapat bersifat obesogenik (mendorong untuk mengonsumsi makanan tidak sehat dan kurang aktifitas fisik) atau dapat juga melindungi kesehatan, tergantung pola apa yang diterapkan dan gaya “parenting” seperti apa yang jadi kebiasaan. Siapakah penentu pola hidup sehat dan pola makan sehat di rumah? Tanpa dapat dibantah, pada banyak kasus Ibu adalah “gatekeeper” yang menentukan apa, bagaimana, dimana dan kapan anggota keluarga makan dan beraktifitas. Ibu, dan juga ayah tentunya, adalah panutan cara makan dan aktifitas fisik anggota keluarga.

Bagian dari lingkungan makanan rumah yang mempengaruhi perilaku makan dan aktifitas anggota keluarga, termasuk diantaranya adalah ketersediaan dan keterjangkauan makanan serta pilihan pola aktifitas fisik di rumah. Penelitian menunjukkan bahwa asupan buah dan sayur anak sangat berkaitan erat dengan tersedianya makanan sehat di rumah (Ding, 2012); dan sebaliknya asupan camilan tinggi kalori dan gula berkaitan erat dengan adanya makanan tidak sehat di rumah (Campbell, 2007). Dorongan terhadap pola makan dan aktifitas fisik di rumah yang mempengaruhi kebiasaan anggota keluarga dapat berupa paparan terhadap iklan makanan dan minuman dari TV atau media on-line lainnya yang didapat di rumah, juga kebiasaan makan anggota keluarga yang lain yang ditiru oleh anggota keluarga lainnya terutama anak-anak. Hal penting lain yang menentukan lingkungan makanan rumah adalah sumber daya yang dimiliki keluarga.

Terkait praktek pemilihan makan dan penyediaan makanan di rumah, beberapa penelitian menunjukkan terjadinya banyak pergeseran dari pola tradisional. Dulu, makan itu hampir selalu di rumah dan disiapkan di rumah, utamanya oleh Ibu. Namun kini, meskipun sebagian besar masyarakat kita masih makan di rumah, namun tidak semua disiapkan di rumah. Banyak Ibu di daerah perkotaan yang dengan berbagai alasan lebih menyukai membeli makanan dibandingkan memasak. Ditambah lagi dengan makin maraknya praktek “food delivery” berbasis aplikasi online semakin memudahkan akses sehingga menurunkan keinginan untuk memasak sendiri di rumah. Praktek membeli makanan ini pada satu sisi memberikan banyak alternatif, namun di sisi lain sangat membatasi pilihan dan kebebasan untuk berkreasi dengan berbagai bahan makanan, yang pada akhirnya sangat membatasi didikan dan pembiasaan rasa dan ragam jenis makanan pada anak-anak. Padahal kemampuan anak untuk beradaptasi dengan berbagai jenis dan rasa makanan, dan keterampilan mereka memilih dan menyiapkan makanan, sangat penting di era global ini untuk memberikan mereka perlindungan yang mumpuni terhadap berbagai macam penyakit degeneratif.

Bertepatan dengan Hari Ibu Nasional yang jatuh pada tanggal 22 Desember 2018 ini diharapkan para ibu dapat menjadi panutan dan penjaga pola makan sehat keluarga serta semangat dalam mewariskan kebiasaan sehat untuk anggota keluarga kita dengan menyiapkan lingkungan makanan yang baik di rumah. Berikut ini tips yang dapat dipraktikkan dalam menyiapkan lingkungan makan yang baik di rumah.

Pastikan bahwa menu makan di rumah selalu mengandung sayuran, buah-buahan, sumber protein dan sumber karbohidrat sesuai anjuran. Pegangan penentuan apa dan berapa yang perlu dikonsumsi, disesuaikan dengan anjuran Kementrian Kesehatan RI dengan “Isi Piringku”, yaitu:

Setengah bagian piring untuk buah dan sayur setengah bagian lainnya dibagi 1/3 untuk lauk sumber protein, dan 2/3 untuk makanan pokok sumber karbohidrat yang tidak selalu harus nasi, tapi dapat dipenuhi oleh sumber lain seperti jagung, sagu, umbi-umbian dan mie serta berbagai olahan terigu lainnya seperti roti.

Periksa stok makanan di rumah, pastikan selalu tersedia buah-buahan dan kurangi persediaan camilan tinggi gula, garam dan lemak.

Selalu memastikan anggota keluarga sarapan (di rumah jika memungkinkan)
Luangkan waktu untuk makan bersama keluarga di rumah (sarapan atau makan malam) Hindari kebiasaan makan sambil menggunakan telpon pintar atau menonton televisi

Mari bawa bekal ke sekolah dan tempat kerja
Ajak anak memasak bersama
Bijaklah dalam jajan atau makan di luar, termasuk dalam menggunakan food delivery
Ajarkan anak bertanggung jawab terhadap makanan dengan cara tidak membuang atau menyisakan makanan setiap kali makan.

Daftar Pustaka
Campbell KJ, Crawford DA, Salmon J, et al. (2007). Associations between the home food environment and obesity-promoting eating behaviors in adolescence. Obesity (silver spring), 15(3):719-730.

Ding D, Sallis JF, Norman GJ, et al. (2012). Community food environment, home food environment, and fruit and vegetable intake of children and adolescents. J nutr Educ Behav, 44(6):634-638.

Smith LP, Ng SW, Popkin BM. (2013). Trends in US home food preparation and consumption: analysis of national nutrition surveys and time use studies from 1965-1966 to 2007-2008. Nutr J, 12:45.

*Penulis Adalah Peneliti pada SEAMEO Regional Center for Food and Nutrition–Pusat Kajian Gizi Regional Universitas Indonesia

EDITOR : Hendrik