SOSIAL

PB PMII dorong Mahbub Djunaidi sebagai Pahlawan Nasional

MONITOR, Jakarta – Pengurus Besar Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PB PMII) menggelar Seminar Nasional: Mahbub Djunaidi For Pahlawan Nasional dan Launching Mahbub Djunaidi Institute, Senin (17/12), Aula Gedung Juang 45. Jl Cikini Raya, Menteng, Jakarta.

Dibuka oleh sesepuh sekaligus salah satu pendiri PMII, KH. Ahmad Bagdja seminar tersebut juga dihadiri pihak keluarga putra Mahbub Djunaidi, Isfandiari MD, Akademisi Universitas Bung Karno Yana Priatna M.Hum Dan Ketua Umum PB PMII Agus Mulyono Herlambang.

Agus Mulyono Herlambang Ketum PB PMII mengatakan Mahbub Djunaidi Institute langkah awal, untuk dapat menginisiasi Cabang-cabang di Daerah dalam upaya mendorong pensdiri sekaligus Ketua Umum PB PMII Pertama, Sahabat Mahbub Djunaidi menjadi Pahlawan Nasional.

“Melaunching satu forum Mahbub Djunaidi Institute agar dapat digelorakan kajian kajian secara Nasional terkait Peraturan Undang-undang 20 nomer 2009 tentang mekanisme tata cara seseorang dianggap layak mendapatkan pahlawan,” kata Agus.

Sementara itu, KH Ahmad Bagdja yang juga mantan Sekretaris Jenderal Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) mengatakan sosok Mahbub Djunaidi sangat layak dianugerahkan sebagai pahlawan nasional.

Menurut mantan Ketua PB PMII 1977-1981 tersebut, menegaskan Mahbub Djunaidi berperan penting tidak hanya mengurusi PMII dan NU tapi juga berkontribusi bagi perkembangan dunia pers Indonesia.

“Sangat pantas, karena Mahbub Djunaidi sudah dari dulu sudah sangat pantas, Mahbub Djunaidi jauh punya prestasi dibandingkan yang lain, Ia tidak cuma ngurus PMII, Ia mengurus NU dan Dunia Persnya,” tegasnya.

Bagi Ahmad Bagja, Mahbub Djunaidi adalah seorang Idelog PMII dan peletak dasar Pers Nasional, “Pikirannya melampaui zamannya,” ujarnya.

“Saya sampaikan, Mahbub Djunaidi orang besar. Sadar atau tidak sadar, merasa atau tidak merasa kita di PMII juga karena sumbangan pemikiran Mahbub Djunaidi” Tutupnya.

Recent Posts

Dari Timah ke Kopi Liberika, Harapan Baru Ekonomi Masyarakat Bangka Belitung

MONITOR, Bangka – Sejarah Pulau Bangka tidak dapat dipisahkan dari timah. Sejak masa kolonial, komoditas…

1 jam yang lalu

Warga Samadua Tolak Perusahaan Tambang, Ketua DPRK Aceh Selatan Ikut Tandatangani Petisi

MONITOR, Aceh Selatan - Ribuan warga dari sejumlah gampong terdampak berkumpul di Masjid Jami' Al…

2 jam yang lalu

Hari Kemerdekaan: Masihkah Dua Puluh Persen untuk Pendidikan

Maria Ulfa(Dosen Ilmu Susastra, Prodi Sastra Inggris Fakultas Adab dan Humaniora UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)…

3 jam yang lalu

Pesta Rakyat HUT Ke-81 RI di Monas Jadi Panggung Perkuatan Ekonomi UMKM

MONITOR, Jakarta — Perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia dimeriahkan salah satunya…

1 hari yang lalu

Respon Pidato Prabowo, Prof Rokhmin: Pertumbuhan Ekonomi Harus Berujung pada Lapangan Kerja dan Kesejahteraan

MONITOR, Jakarta – Pertumbuhan ekonomi dan berbagai capaian pembangunan yang disampaikan Presiden Prabowo Subianto dalam…

2 hari yang lalu

Kementerian UMKM Perkuat Standar Layanan Publik bagi Pengusaha UMKM

MONITOR, Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memperkuat standar pelayanan publik untuk…

2 hari yang lalu