BERITA

Berlakukan Jalan Sabang Satu Arah, Anies Digugat Warga

MONITOR, Jakarta – Gubernur Jakarta Anies Baswedan di gugat warganya. Gara-garanya, orang nomor satu di Jakarta ini mengeluarkan kebijakan yang dianggap merugikan warganya, yakni memberlakukan satu arah Jalan Sabang, Jakarta Pusat.

Sejumlah warga yang berdomisili di sepanjang jalan Sabang, Menteng, Jakarta Pusat, menggugat Anies di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). Warga menganggap kebijakan penutupan Jalan Sabang tersebut sangat merugikan para pengguna jalan, khususnya yang bermukim di sekitar lokasi tersebut.

“Selain merugikan warga yang bermukim di Jalan Sabang, pemberlakuan satu arah di Jalan Sabang juga merugikan pedagang yang berjualan diarea itu. Omset pedagang turun, “ujar Rinto Wardana selaku kuasa hukum warga Sabang, Kamis 6 Desember 2018.

Dari salinan surat gugatan, diketahui gugatan ini teregister dengan nomor perkara : 20/P/FP/2018/PTUN.JKT tertanggal 26 November 2018.

Rinto menjelaskan, adanya kebijakan itu menandakan jika, Pemprov DKI Jakarta tidak memahami bahwa kawasan sepanjang Jalan Sabang tersebut telah menjadi kawasan niaga sejak puluhan tahun lalu.

“Alasannya karena menjadi biang kemacetan dan akan melakukan penataan trotoar, menurut kami itu adalah alasan yang mengada-ada,” ujarnya. Dia pun menduga, kebijkan yang diterapkan Anies melalui Dinas Perhubungan DKI Jakarta belum memiliki dasar hukum. “Lagipula kebijakan tersebut dibuat tanpa dasar hukum yang jelas,”tegasnya.

Sekedar diketahui Pemprov DKI Jakarta memberlakukan kebijakan satu arah di Jalan KH Wahid Hasyim dan sekitarnya dengan alasan kemacetan.

Uji coba dilakukan pada bulan oktober, dengan dua tahap pengujian. Pertama pemberlakuan satu arah, dimulai dari Jalan Jaksa hingga Jalan Agus Salim dari arah Timur ke Barat atau menuju Sarinah.

Sedangkan tahap kedua, pemberlakuan satu arah dimulai di Jalan Agus Salim dari simpang Jalan KH Wahid Hasyim sampai simpang Jalan Kebon Sirih atau Jalan Sabang.

Recent Posts

Terima Kunjungan BPK Australia, Puan Bicara Soal Pendekatan Adaptif Hadapi Ancaman Siber dalam Tata Kelola Negara

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menerima kunjungan delegasi Australian National Audit Office…

1 jam yang lalu

Sidang Perdana Uji Formil UU Polri Digelar, Pemohon Minta MK Nyatakan Pembentukan UU Polri Cacat Formil

MONITOR, Jakarta - Mahkamah Konstitusi menggelar sidang pendahuluan pengujian formil Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2026…

3 jam yang lalu

Metode PM-AAS Dongkrak Produksi Padi Sukabumi, Kementan Percepat Swasembada Pangan Berkelanjutan

MONITOR, Sukabumi – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperluas penerapan metode Pertanian Modern Advance Agriculture System…

4 jam yang lalu

Di Hadapan Puan, PM Modi Kutip Pernyataan Sukarno Soal RI-India Terikat Hubungan Darah dan Budaya

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menerima kunjungan kenegaraan Perdana Menteri (PM) India,…

5 jam yang lalu

Buka ICLJ 2026, Menko Yusril: Hukum Harus Hadir Melindungi Kelompok Rentan

MONITOR, Malang - Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan RI, Prof.…

6 jam yang lalu

Sambut PM India Bersama Presiden Prabowo di DPR, Puan Bicara Soal Diplomasi Parlemen Hingga Jembatan Budaya

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyambut hangat kunjungan kenegaraan Perdana Menteri (PM)…

7 jam yang lalu