PERTANIAN

Dirjen Hortikultura: Ekspor Buah Naik Tajam

MONITOR, Jakarta – Target kebijakan pertanian Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam meningkatkan produksi yang diikuti dengan meningkatnya volume ekspor tercapai. Lihat saja, mengacu Angka Tetap data BPS, volume ekspor buah periode Januari-September 2018 dibandingkan periode yang sama 2017 mengalami peningkatan.

Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan), Suwandi menyatakan ekspor nanas Januari-September 2018 sebesar 9.658 ton sementara periode yang tahun sebelumnya hanya 6.590 ton sehingga naik 46,6%. Kemudian, ekspor manggis naik 378,6%, durian naik 733%, pisang 87,4%, salak naik 33,1%, jeruk naik 5,4%, rambutan naik 98,3% dan ekspor mangga pun naik 0,7%.

“Dengan naik volume ekspor jenis buah-buahan tersebut, kini buah-buahan lokal sudah mampu merajai pasar dalam negeri dan pasar ekspor,” demikian dikatakan Suwandi di Jakarta, Minggu (2/12).

Suwandi menjelaskan kenaikan volume ekspor ini disebabkan karena kebijakan yang tepat mendorong ekspor. Kebijakan tersebut dengan cara menangani aspek hulu sampai dengan hilir, membangun kawasan buah, benih unggul, registrasi kebun, budiaya ramah lingkungan, pasca panen yang baik dan sertifikasi packaging house hingga kemudahan pelayanan perkarantinaan.

“Kami lakukan percepatan pelayanan izin untuk ekspor benih hortikultura termasuk tanaman hias semula hari dipercepat menjadi 3 jam untuk dokumen yang telah clear and clean,” jelasnya.

Lebih lanjut Suwandi mengungkapkan ekspor buah ini telah merambah berbagai negara. Manggis diekspor ke Prancis, Hongkong, Singapura, China, Uni Emirat Arab dan Saudi Arabia. Pisang diekspor ke China, Malaysia, Jepang, Korea, Singapura, Oman dan Uni Emirat Arab.

Kemudian salak, sambungnya, diekspor ke China, Kamboja, Malaysia, Singapura, Saudi Arabia, Thailand, Uni Emirat Arab, Timor Leste, Belanda, Qatar, Hongkong, Jerman dan United Kingdom. Jeruk diekspor ke Malaysia, Prancis, Belanda, Singapura dan Saudi Arabia.

“Kemudian durian merambah pasar Hongkong, Thailand, Vietnam, Saudi Arabia, Uni Emirat Arab, Netherland dan Australia. Kalau nenas diekspor ke Uni Emirate Arab, Jepang, Korea, Hongkong, Kuwait, Saudi Arabia, Oman, Singapura, Italia, Kanada dan Qatar. Ekspor nanas ini sebagian besar 95 persen dalam bentuk olahan, dan sisanya nanas segar” ungkapnya,

“Sementara rambutan diekspor ke Saudi Arabia dan mangga telah menembus pasar Timor Leste, Hongkong, Korea, Saudi Arabia, Singapura, Malaysia, Netherland dan Prancis,” pintanya.

Suwandi menekankan ke depan ekspor buah dipastikan terus meningkat. Pasalnya berbagai kebijakan meningkatkan produksi terus dilakukan dan kemudahan ekspor juga dijamin. Ke depan ekspor semakin beragam, tidak hanya ekspor benih, produk segar dan olahan, tetapi juga ekspor ilmu pangan lokal. Ini kita koordinasi intensif dengan produsen dan eksportir.

“Kami terus mendata lahan tidur. Lahan ini kami optimalkan. Bantuan benih, pupuk, alat mesin pertanian, penanganan pasca panen untuk quality control hingga penyediaan informasi pasar kami bersama sama bergerak. Minat generasi milenial dalam produksi buah semakin naik, produksi menggeliat dan ekspor pun naik,” pungkasnya.

Recent Posts

Menteri UMKM: LAKSMI Tingkatkan Graduasi Ekonomi Pengusaha Mikro Inklusif

MONITOR, Surabaya – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong peningkatan graduasi ekonomi masyarakat…

5 jam yang lalu

Menaker: Hakim Ad Hoc PHI Jaga Kepastian Hukum

MONITOR, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pertimbangan hakim yang adil dan jelas menjadi bagian…

17 jam yang lalu

Guru Besar UIN Jakarta: Rekognisi Pesantren Perlu Diikuti Afirmasi Anggaran

MONITOR, Jakarta - Rekognisi negara terhadap pesantren perlu diterjemahkan ke dalam afirmasi kebijakan dan anggaran…

17 jam yang lalu

Kementerian UMKM Perkuat Inkubator untuk Cetak Wirausaha Berkualitas

MONITOR, Surabaya – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya memperkuat…

1 hari yang lalu

Menag Berhentikan Prof. Muzakki sebagai Rektor UIN Surabaya

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar memberhentikan Prof. Akh. Muzakki dari tugas tambahan sebagai…

1 hari yang lalu

Wamenaker: Pengesahan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Ditargetkan Oktober 2026

MONITOR, Jakarta — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menyatakan bahwa pemerintah dan DPR RI…

1 hari yang lalu