HEADLINE

5.000 Orang Hilang, 1.944 Tewas Akibat Gempa di Sulteng

MONITOR, Jakarta – Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Sutopo Purwo Nugroho, menyatakan korban hilang akibat gempa dan tsunami di Palu dan sekitarnya diperkirakan mencapai 5.000 orang.
Meski demikian, jumlah tersebut masih diverifikasi.

“Balaroa dan Betopo ada 5.000 orang yang belum ditemukan. Jika korban tidak ditemukan pada akhir masa tanggap darurat 11 Oktober, dinyatakan hilang. Sekarang masih dicari,” ujarnya, saat jumpa persnya di Jakarta, Minggu 7 Oktober 2018.

Sementara itu, data terbaru jumlah korban meninggal dunia dalam musibah gempa bumi dan tsunami di Donggala dan Palu, Sulawesi Tengah, hingga Minggu, pukul 17.00 WITA mencapai 1.944 orang.

Kepala Penerangan Komando Tugas Gabungan Terpadu Sulawesi Tengah (Kogasgabpad Sulteng) Kolonel Inf. Muh Thohir menyebut, sebanyak 815 jenazah dikubur secara massal di Poboya, 35 dikubur massal di Pantoloan, 1.059 jenazah telah dimakamkan oleh keluarga masing-masing.

“Selain itu, 35 jenazah di Donggala juga telah dimakamkan dan 8 jenazah dimakamkan di Biromaru, Kabupaten Sigi,” ungkap Thohir. Selain korban meninggal, jumlah korban luka-luka tercatat 2.549 orang, jumlah pengungsi sebanyak 74.444 orang, serta rumah yang rusak mencapai 65.733 unit.

Menurutnya, TNI bersama instansi terkait terus berupaya mencari dan mengevakuasi korban. Hal itu sebagaimana dilakukan oleh Satgas Yonif Para Raiders 431/SSP Kostrad, yang berhasil mengevakuasi 20 jenazah di Kelurahan Petobo, salah satu wilayah yang menjadi terisolir akibat gempa.

Dansatgas Bencana Alam satuan Yonif Para Raider 431/SSP Kostrad Mayor Inf AA Geda Rama menyebutkan, timnya juga berusaha mengevakuasi korban di Desa Jono Oge, Kabupaten Sigi yang juga terisolir.

“Desa yang terkena likuifaksi, tanah berubah menjadi lumpur karena sendimen yang kaya air terguncang hebat dampak gempa. Tanah-tanah di sekitarnya terbelah dan mengeluarkan air besar dari dalam tanah,” ungkapnya.

Prajurit Yonif PR 431/SSP berkekuatan 250 orang lantas fokus melakukan pencarian korban dan pembersihan bangunan yang porak poranda.

Hingga kini, Sumber Daya Manusia (SDM) yang berada di lapangan untuk melakukan penanganan gempa bumi dan tsunami di Palu adalah 8.223.

Mereka terdiri dari personel militer 6.338, personel sipil 1.560, dan personel militer luar negeri 325. Sumber daya lainnya berupa alat-alat yang digunakan dalam penanganan gempa dan tsunami sebanyak 87 unit berupa kendaraan bermotor, alat berat, alutsista, KRI, Hely dan pesawat.

Recent Posts

Siaga Arus Balik Lebaran 2026, Jasa Marga Pastikan Kesiapan Pelayanan dan Imbau Pemudik Gunakan Rest Area Alternatif

Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mencatat kondisi lalu lintas mencatat lalu lintas yang…

1 jam yang lalu

Arus Balik, Rest Area Alternatif RO 2 Palikanci Siap Berikan Pelayanan 24 Jam

MONITOR, Cirebon – Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan Tempat Istirahat dan Pelayanan (TIP) pada periode…

3 jam yang lalu

Maxim Klaim Berhasil Rambah 400 Kota di Indonesia

MONITOR, Jakarta - Maxim Indonesia mengumumkan telah melampaui kehadiran di 400 kota di Indonesia, menegaskan…

3 jam yang lalu

Kolaborasi Jaga Kelancaran Arus Idulfitri, JTT Apresiasi Pengguna Jalan

MONITOR, Cikampek – PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) membagikan bingkisan apresiasi kepada sejumlah pengguna jalan…

6 jam yang lalu

Dokter Spesialis Ungkap Makna Sel Darah Putih: Dari Sistem Imun hingga Nilai Kehidupan

MONITOR, Lebak – Sel darah putih atau leukosit tidak hanya berfungsi sebagai sistem pertahanan tubuh, tetapi…

8 jam yang lalu

Perang Iran vs Israel-Amerika Serikat dan Ilusi Persatuan Sunni-Syiah

Adriansyah (Ketua Ikatan Keluarga Alumni FISIP UIN Jakarta) Konflik antara Iran, Israel, dan Amerika Serikat…

11 jam yang lalu