PERTANIAN

‘Emas Putih’ Semakin Berkembang di Lereng Lawu

MONITOR, Karanganyar – Berupaya memenuhi kebutuhan dalam negeri akan bawang putih, sentra – sentra produksi bawang yang dulu pernah jaya di era 1990-an kini mulai menggeliat kembali. Sebut saja Temanggung, Tegal, Sembalun, Malang, Bima dan tak ketinggalan Karanganyar.

Petani kembali bergairah menanam bawang putih karena didorong faktor harga benih lokal yang cukup menjanjikan. Pemerintah pun gencar mendorong percepatan program tanam melalui APBN dan mewajibkan importir untuk tanam bawang putih.

Giyatno, anggota kelompok tani Wonosari Karanganyar mengaku senang dengan adanya program pemerintah membangkitkan kejayaan bawang putih nasional. “Lha jelas kami senang tho, karena membuka peluang petani bekerja sama dengan importir bawang putih. Meringankan beban biaya produksi bahkan pemasaran nanti”, ungkap Giyatno. Dirinya mengaku menanam bawang putih mewarisi orang tua yang dulu juga menanam bawang putih.

Petani Bawang Putih Lereng Lawu

“Disini setiap tahun petani menanam bawang putih lho. Akhir April mulai menanam, paling lambat Juni. Varietas Tawangmangu Baru yang paling diminati petani sini” ujar Giyatno.

Sejak dulu, kawasan lereng Gunung Lawu sekitar Tawangmangu Karanganyar memang dikenal sebagai salah satu sentra produksi benih bawang putih, terutama varietas Tawangmangu Baru dan Lumbung Hijau. Pengembangan bawang putih terdapat di tiga kecamatan yaitu Jatiyoso, Jenawi dan Tawangmangu sebagai pusatnya.

“Dulu harga bawang putih sangat bagus, sampai-sampai bawang diartikan petani sebagai ‘bawa uang’. Adalagi yang menjulukinya ‘emas putih’ karena bisa disimpan sangat lama dan harganya stabil”, ujar Giyatno mengenang.

Riyanto, Kabid Hortikultura Dinas Pertanian Kabupaten Karanganyar mengatakan produksi bawang putih daerahnya tahun 2017 sebesar 800 ton dengan luas panen mencapai 73 hektar. Produktivitas hasil bawang putih antara 10 – 15 ton/ha. Luas pertanaman bawang putih setiap tahunnya tidak kurang dari ratusan hektar. Dengan adanya program wajib tanam, pelaku usaha sudah menanam bawang putih tidak kurang dari 83 Ha. luas Luasan ini diyakini akan bertambah secara signifikan.

Dihubungi terpisah, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Prihasto Setyanto, menyebut upaya pemerintah meningkatkan produksi bawang putih dalam negeri harus didukung oleh semua pihak. Mengingat bawang putih Indonesia tidak kalah mutu dan bobotnya di bandingkan dengan bawang putih impor khususnya dari China.

“Malah dari segi aroma, bawang putih lokal aromanya lebih menyengat dibanding bawang putih impor karena kandungan allicin nya tinggi. Dari sisi ukuran, umbi bawang putih varietas Tawangmangu Baru terbukti bisa besar-besar kalau dibudidayakan dengan baik. Kuncinya di pemilihan lokasi, pupuk dan air”, kata Prihasto.

Menyinggung kerjasama antara importir dengan kelompoktani untuk menanam bawang putih yang marak di berbagai daerah, pihaknya menekankan pentingnya saling menjaga kepercayaan.

“Kalau sudah sepakat bekerja sama maka kedua belah pihak harus komitmen menjalankan. Importir harus menepati, tapi sebaliknya petani juga jangan sampai ‘aji mumpung’ , karena akan merusak tatanan program swasembada yang sedang kita upayakan bersama saat ini”, pungkasnya.

Recent Posts

Karantina Kepri Sertifikasi 9,2 Ton Ikan Teri Kering Asal Natuna

MONITOR, Natuna - Aktivitas sektor perikanan di Kabupaten Natuna terus menunjukkan tren positif, terutama di…

9 jam yang lalu

Longsor Ciater–Rawa Macek Tangsel, BPBD Lakukan Asesmen Cepat dan Alihkan Kendaraan Berat

Serpong – Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) bergerak cepat menangani bencana longsor yang terjadi di…

10 jam yang lalu

Kementerian UMKM Perkuat Promosi Produk Lokal dalam ASEAN Plus Cadet Sail 2026 di Belawan

MONITOR, Medan – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus memperkuat promosi produk lokal…

13 jam yang lalu

Menaker Pastikan Peluang Kerja Tetap Terbuka di Tengah Tekanan Global

MONITOR, Jakarta - Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pemerintah bergerak cepat menjaga peluang kerja tetap terbuka…

13 jam yang lalu

Pertamina Apresiasi Bareskrim Polri Ungkap Penyalahgunaan BBM dan LPG Subsidi

MONITOR, Jakarta — Pertamina Patra Niaga menyampaikan apresiasi atas langkah cepat dan tegas Bareskrim Polri…

13 jam yang lalu

Waspada Sabotase di Balik Peluang Gencatan Senjata AS–Iran

Oleh : Mahfuz Sidik Celah menuju gencatan senjata dalam konflik antara Donald Trump dan Iran…

13 jam yang lalu