PETERNAKAN

Kendalikan Fluktuasi Harga Ayam, Kementan Dorong Asosiasi Jaga Stablitas Harga di Tingkat Peternak

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan menggelar rapat koordinasi perunggasan nasional pada Selasa (7/4/2026) untuk merespons fluktuasi harga ayam hidup (livebird) dengan bobot di atas 2 kilogram di tingkat peternak. Pertemuan ini melibatkan berbagai asosiasi sebagai bagian dari upaya bersama menjaga stabilitas harga dan keberlanjutan usaha perunggasan.

Langkah ini dilakukan di tengah kondisi harga livebird yang masih tertekan di sejumlah wilayah. Kementerian Pertanian memandang perlu adanya intervensi yang terukur agar keseimbangan pasokan dan permintaan tetap terjaga, sekaligus melindungi peternak dari potensi kerugian.

Dari hasil rapat tersebut, disepakati harga acuan livebird untuk bobot di atas 2 kilogram yang mulai berlaku Rabu (8/4/2026). Untuk wilayah Jawa Tengah ditetapkan minimal Rp19.000 per kilogram, Jawa Timur Rp19.500, dan Jawa Barat Rp20.000. Kesepakatan ini akan dievaluasi dalam dua hari guna melihat efektivitasnya dalam menstabilkan pasar.

Direktur Perbibitan dan Produksi Ternak, Hary Suhada, menegaskan bahwa pemerintah akan terus berupaya untuk menjaga stabilitas harga dan pasokan di sektor perunggasan. Menurutnya, koordinasi lintas pihak menjadi kunci dalam menjaga stabilitas pasar.

“Kami terus memperkuat koordinasi dan komunikasi dengan para pemangku kepentingan,” kata Hary, seraya menegaskan bahwa pemantauan perkembangan di lapangan dilakukan secara berkala melalui laporan dan koordinasi intensif guna memastikan kebijakan berjalan efektif.

Sementara itu, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Perhimpunan Insan Perunggasan Rakyat Indonesia, Mukhlis Wahyudi, menilai tekanan harga livebird dipengaruhi oleh kondisi kelebihan pasokan, meskipun saat ini suplai untuk bobot di atas 2 kilogram relatif stabil. Ia juga menyebut bahwa fenomena penurunan harga ini kerap berulang setiap tahun, terutama setelah Idulfitri.

“Kondisi ini tidak hanya karena oversupply, tetapi juga pola pasar yang berulang setiap tahun setelah Lebaran. Meskipun pasokan mulai terkendali, harga belum sepenuhnya pulih,” ujar Mukhlis.

Di sisi lain, Sekjen Gabungan Organisasi Peternak Ayam Nasional, Sugeng Wahyudi, menekankan pentingnya komitmen seluruh pelaku usaha dalam mematuhi harga yang telah disepakati. Ia mengingatkan bahwa disiplin pasar harus dijaga agar kebijakan yang telah dibuat tidak sia-sia.

“Kepatuhan dari anggota sangat penting. Jangan sampai kita tetapkan harga tapi tidak dipatuhi, harus ada sanksi,” tegasnya.

Melalui sinergi antara pemerintah dan asosiasi, diharapkan stabilitas harga livebird dapat segera tercapai, sehingga usaha peternak rakyat tetap berkelanjutan dan ekosistem perunggasan nasional semakin sehat serta berkeadilan.

Recent Posts

FKDT dan Masa Depan Pendidikan Keagamaan di Indonesia

Oleh: Akhmad Sururi Di tengah perubahan zaman yang bergerak begitu cepat, pendidikan Indonesia tidak cukup…

1 jam yang lalu

Kemenhaj Minta Jemaah Umtah Tenang Atas Terdampaknya Penerbangan Akibat Abu Vulkanik

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mengambil langkah antisipatif untuk memastikan keselamatan,…

18 jam yang lalu

Kementan Ajak Alumni Peternakan Jadi Penggerak Hilirisasi dan Kesejahteraan Peternak

MONITOR, Purwokerto – Kementerian Pertanian (Kementan) mengajak perguruan tinggi, alumni, dan dunia usaha memperkuat kolaborasi…

18 jam yang lalu

Panen Demplot Pupuk Hayati Cair Organik di Kabupaten Bandung Naikkan Produksi Padi

MONITOR, Bandung – Para petani di Ciparay Kabupaten Bandung sumringah. Produksi padi yang menerapkan pupuk…

21 jam yang lalu

Wamenhaj Tekankan Revitalisasi KBIHU dan Pelindungan Jemaah dari Travel Bermasalah

MONITOR, Yogyakarta - Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Republik Indonesia menekankan pentingnya penguatan pelindungan…

1 hari yang lalu

Prodi K3 Polteknaker Raih Akreditasi Unggul dari LAM-PTKes

MONITOR, Jakarta - Program Studi Sarjana Terapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker)…

2 hari yang lalu