MONITOR, Jakarta – Pengundian nomor urut peserta Pilpres 2019 sudah dilaksanakan dan pasangan calon telah mendapatkan masing-masing nomor urut.
Dalam pengundian nomor urut tersebut, pasangan calon presiden Joko Widodo dan calon wakil presiden Ma’ruf Amin mendapat nomor urut 1 sedangkan pasangan Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno mendapatkan nomor urut 2.
Namun, pada saat detik-detik pengambilan nomor, ada kejadian yang menjadi perhatian publik, yaitu pada saat lagu kebangsaan Indonesia Raya dinyanyikan.
Melansir Kompas TV, sebelum rapat pleno pengundian nomor urut capres-cawapres dimulai, acara diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya.
Saat itu Jokowi tampak memberikan hormat, tangannya yang terbuka diletakkan di pelipis.
Sementara capres-cawapres Prabowo-Sandi berdiri tegap, mengepalkan tangannya, dalam posisi siap. Begitu pula dengan Ma’ruf Amin yang juga mengepalkan tangannya.
Aksi Jokowi ini kemudian menjadi sorotan, bahkan diunggah beberapa akun YouTube dan mendapat komentar dari netizen.
Berikut komentar netizen, @jansen_jsp @jokowi Sikap hormat apakah harus berbentuk gerakan tangan memberikan hormat ta Bang.?? Bukannya yang pakai topi & peci berikan hormat dengan gerakan tangan, yang tidak memakai cukup dengan sikap sempurna tegakkan kepala menatap pengibaran bendera sampai lagu selesai maaf jika salah karena aku bukan orang hukum.
Lalu, cuitan dari @19_GP_ @jokowi membalas, kalau begini, berdasarkan penjelasan pasal tersebut jelas sudah pak @jokowi yg salah. Clear sudah diskusi kita malam ini terkait sikap hormat ini. Terimakasih bro.
Seperti yang diketahui, sesuai pasal 62 UU No. 24 Tahun 2019 tentang Bendera Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.
MONITOR, Tangerang Selatan - Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher menaruh perhatian serius terhadap…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah menyoroti penangkapan buronan internasional kasus tindak…
MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti minimnya faktor keselamatan dan keamanan transportasi…
MONITOR, Jakarta - Akademisi, praktisi hukum, aktivis dan mantan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mendorong…
MONITOR, Tangerang Selatan – Staf Ahli Menteri UMKM Bidang Hukum dan Kebijakan Publik, Reghi Perdana,…