Disdik DKI Selidiki Kasus Mandeknya Honor Penari Asian Games

1017
Pelaksana tugas (PLT) Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Bowo Irianto (Foto: Kompas)

MONITOR, Jakarta – Dinas Pendidikan DKI Jakarta (Disdik DKI) akan memangil pihak sekolah yang siswanya diikutsertakan menjadi penari saat pembukaan pesta olah raga Asian Games 2018. Pemangilan terhadap pihak sekolah ini dilakukan Disdik DKI untuk mengetahui kebenaran belum turunnya honor siswa.

Pelaksana tugas (PLT) Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Bowo Irianto mengatakan bahwa pihaknya sudah menerima laporan terkait hal itu. Saat ini kata dia Dinas pendidikaan DKI Jakarta sudah meminta data sekolah-sekolah yang mengirimkan siswanya menjadi penari pada Asian Games bulan lalu.

“Makanya, kami sedang meminta data kepada Inasgoc, sekolah-sekolah mana saja yang mereka sudah transfer sehingga kami bisa membantu untuk menelusuri. Kan begitu. Sementara kita tidak tahu. Kita menunggu,” kata Bowo saat dihubungi Jumat (21/9).

Bowo menjelaskan dari pengakuan pihak Inasgoc uang honor untuk para siswa tersebut sudah ditransfer ke rekening sekolah pada Senin (17/9) lalu.

Bowo tak mau berprasangka buruk kepada pihak sekolah soal uang honor para siswa itu. Dia menduga pihak sekolah belum mengecek rekening mereka hingga saat ini sehingga uang honor itu telat dibayar kepada para siswanya.

“Kami memang sudah konfirmasi bahwa katanya baru cair itu hari senin kemarin dari Inasgoc. Nah itu kan masuk ke rekenening sekolah. Nah sekolah kan belum tahu karena barangkali juga tidak ada pemberitahuan dari inasgoc bahwa sekolah anda menerima. Ya kan begitu,” ucapnya.

Untuk diketahui Honor ribuan penari yang tampil membawakan tarian khas Aceh Ratoh Jaroe pada upacara pembukaan Asian Games 2018 diduga bermasalah. Hingga hari ini, sekolah tidak membayarkan uang honor mereka. Tarian Ratoh Jaroe pada pembukaan Asian Games 2018 itu menampilakan sekitar 1.600 penari dari 18 Sekolah Menengah Atas (SMA) di Jakarta.