Ilustrasi (Merdeka.com)
MONITOR, Jakarta – Program rumah DP 0 persen yang digagas Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan dan Wakilnya Sandiaga Uno hingga saat ini belum juga terealisasi. Melihat fakta ini kalangan DPRD DKI Jakarta menyebut program yang menjadi andalan kampanye Anies-Sandi itu hanya omdo alias omong doang.
“Ya, kalau belum terealisasi kan namanya omong doang,” kata anggota DPRD Jakarta dari Fraksi Partai Golkar Yudistira Hermawan kepada MONITOR, di Gedung DPRD Jakarta, Rabu, (12/9).
Tak hanya itu, Yudistira juga menyidir soal persyaratan kepemilikan dari rumah DP 0 persen tersebut. Dari persyaratannya, menurut kakak artis cantik Nia Ramadhani ini, kepemikan rumah DP 0 persen tersebut diperuntukan untuk kalangan menengah keatas bukan kalangan menengah ke bawah.
“Salah satu persyaratan dari DP 0 persen kan warga yang berpenghasilan Rp 7 juta keatas. Pertanyaan saya, apa benar warga miskin Jakarta pendapatannya bisa sampai Rp 7 juta keatas perbulannya. Saya kira yang berpenghasilan Rp 7 juta keatas itu adalah warga Jakarta kelas menengah keatas. Jadi atas dasar itulah saya katakan bohong kalau rumah DP 0 persen itu khusus untuk warga miskin di Jakarta,”ungkapnya.
Yudistira pun mengusulkan, kalau memang tujuan Pemprov DKI mengadakan rumah DP 0 persen untuk warga miskin Jakarta yang belum memilki hunian, sebaiknya konsepnya dirubah menjadi hunian rusun sewa (rusunawa).
“Itu tadi, kalau DP 0 persen menurut saya itu diperuntukan untuk warga Jakarta kalangan menengah ke atas dan itu bukan skala prioritas. Tapi kalau rusunawa itu bisa jadi skala prioritas karena tujuannya untuk warga tak mampu,”jelasnya.
Kenapa rusunawa?
Dijelaskan Yudistira, karena bicara hunian, bagi warga Jakarta yang tak mampu itu bukan pada persoalan kepemilikan. Melainkan pada persoalan hunian yang layak.
“Ya, rusunawa lah solusinya,”terangnya.
Yudistira pun bercerita soal kunjungan kerjanya ke Italia. Dimana di negara yang di juluki negeri spaghetti itu berhasil menerapkan konsep hunian yang layak bagi warganya yakni konsep hunian publik home dan social home.
“Jadi Italia itu sukses menerapkan dua konsep hunian, masing-masing publik home yaitu hunian bagi masyarakat menengah ke atas dan social home bagi masyarakat menengah ke bawah,” pungkasnya.
MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia mengimbau seluruh jemaah haji Indonesia untuk…
Oleh: Boy Anugerah* Setiap tanggal 9 Mei, Rusia melakukan “ritual” rutin kenegaraan yang diselenggarakan di Moskow…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian terus memperkuat program hilirisasi industri nasional yang tidak hanya menyasar…
MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan menyelenggarakan seleksi kerja bagi penyandang disabilitas Tuli melalui pertemuan langsung…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi II DPR dari Fraksi PKB Muhammad Khozin menyoroti ramainya polemik…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI Mayjen TNI (Purn) TB Hasanuddin menyoroti pembubaran…