PARLEMEN

JAMAN Pertanyakan Sikap Fraksi Golkar di Komisi VII DPR

MONITOR, Jakarta – Salah satu organisasi relawan pendukung Presiden Joko Widodo, Jaringan Kemandirian Nasional (JAMAN), mempertanyakan sikap anggota Komisi 7 DPR dari Fraksi Partai Golkar yang membabi buta menyerang pemerintah dalam rapat-rapat komisi.

Ketua Umum JAMAN Iwan D Laksono menjelaskan, pihaknya terus mencermati situasi dan dinamika yang terjadi di DPR, khususnya Komisi 7, karena terkait dengan sektor yang amat strategis yaitu energi dan sumber daya mineral.

Menurut Iwan, Jaman selalu mencermati dinamika yang terjadi baik di Rapat Kerja maupun Rapat Dengar Pendapat (RDP). “Khususnya yang dilakukan fraksi-fraksi anggota koalisi pendukung Jokowi-JK,” kata Iwan dalam siaran persnya, Sabtu (8/9).

Dari pencermatan itulah Iwan melihat ada sesuatu yang janggal dalam RDP dan Raker Komisi 7 dengan Kementerian ESDM beberapa waktu terakhir.

Iwan menyebut salah satu contoh kejanggalan itu ketika RDP antara Komisi 7 dengan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Bambang Gatot Ariyono, pekan lalu. Dengan argumen yang tidak kuat, anggota Fraksi Golkar Maman Abdurrahman mendesak Bambang Gatot agar segera mencabut izin operasi PT Freeport Indonesia.

“Sebagai anggota fraksi yang tergabung dalam koalisi pendukung Jokowi-JK, mestinya Maman tahu bahwa kebijakan pemerintah terkait Freeport adalah divestasi, bukan pencabutan izin. Proses divestasi sudah memasuki tahap akhir, kok tiba-tiba Golkar lewat anggotanya di Komisi 7 mendesak pencabutan izin. Ada apa ini?” Tanya Iwan.

Menurut Iwan, harusnya anggota Fraksi Golkar di Komisi 7 mengawal proses divestasi, bukan memaksakan agenda lain yang tidak sejalan dengan kebijakan Jokowi-JK.

Kejanggalan lebih lanjut terjadi saat Raker Komisi 7 dengan Menteri ESDM Ignasius Jonan, Kamis (6/9). Bersama beberapa anggota fraksi lain, dua anggota Fraksi Golkar Maman Abdurrahman dan Gandung Pardiman menyerang keras paparan Ignasius Jonan dan Wamen Arcandra Tahar tentang neraca migas.

Bahkan Gandung Pardiman menuntut Jonan dan Arcandra mencabut paparannya, dan meminta maaf. Ketika Jonan dengan tegas mengatakan tidak akan mencabut paparan dan tidak akan meminta maaf, Gandung meminta kepada pimpinan rapat agar Raker dinyatakan deadlock.

Untungnya pimpinan rapat yaitu Ketua Komisi 7 Gus Irawan Pasaribu tidak terpengaruh desakan itu, sehingga rapat bisa ditutup sebagaimana mestinya, meskipun Gandung Pardiman tetap meminta agar rapat dinyatakan _deadlock._

“Aneh dan janggal sekali perilaku dua anggota Fraksi Golkar itu. Kalau yang melakukan itu dari fraksi di luar koalisi wajar saja. Tapi mereka kan anggota partai koalisi. Apa karena dua-duanya butuh panggung karena baru masuk Komisi 7, atau karena ada agenda lain yang dititipkan lewat dua orang itu?” Ungkap Iwan heran.

Iwan curiga ada _hidden agenda_ yang dimainkan dua anggota Fraksi Golkar di Komisi 7 itu. Apalagi Wakil Ketua Komisi 7 dari Fraksi Golkar, Ridwan Hisyam, yang hadir dalam raker itu, tidak mencoba mengendalikan anggotanya.

“Saya mendesak pimpian Partai Golkar mengevaluasi dua anggotanya di Komisi 7 DPR, supaya di tahun politik ini tidak ada kesan Golkar setengah hati berkoalisi, atau kesan lain misalnya main dua kaki,” pungkas Iwan.

Recent Posts

Dirut Jasa Marga: 157 Ribu Kendaraan Kembali ke Jabotabek Periode H+1 Libur Isra Mikraj 2026

MONITOR, Jakarta - Direktur Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk Rivan A. Purwantono menyampaikan sebanyak…

3 jam yang lalu

Tinjau Kebun Kurma NTB, Kemenhaj Siapkan Platform Oleh-Oleh Haji

MONITOR, NTB - Menteri Haji dan Umrah RI, Mochamad Irfan Yusuf (Gus Irfan), meninjau langsung…

4 jam yang lalu

Menag Bertolak Menuju Mesir Bahas Pembukaan Cabang Al-Azhar di Indonesia

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar bertolak ke Mesir untuk menjalankan mandat Presiden Prabowo…

6 jam yang lalu

Sutan Ahyar Rajabi, Ketua Komisariat PMII UID Jadi Wisudawan Terbaik ke-19

MONITOR, Jakarta - Gelaran Wisuda ke-19 Universitas Islam Depok (UID) pada Sabtu (17/01/2026) menjadi momen…

9 jam yang lalu

DPR Minta Audit Maintenance Pesawat IAT yang Hilang Kontak di Makassar

MONITOR, Jakarta - Komisi V menyoroti hilangnya kontak pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport…

9 jam yang lalu

Inovasi Cimanis, Permen Pereda Insomnia Karya MAN 13 Jakarta di IPB

MONITOR, Bogor - Siswa Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 13 Jakarta berhasil menciptakan inovasi permen herbal…

11 jam yang lalu