BUMN

Jasa Marga Pastikan Tol Manado-Bitung Berdampak Positif Terhadap Pertumbuhan Ekonomi

MONITOR, Manado – Pada kunjungan kerja di proyek Jalan Tol Manado-Bitung, Komisaris Utama PT Jasa Marga (Persero) Tbk, Refly Harun menekankan bahwa pentingnya peran Jalan Tol Manado-Bitung dalam memangkas waktu tempuh kota Manado ke kota Bitung.

Lokasi strategis pembangunan jalan tol yang dioperasikan oleh anak usaha Jasa Marga, PT Jasamarga Manado Bitung (JMB), jika sudah beroperasi dinilai akan memangkas biaya logistik secara signifikan.

“Jalan Tol Manado-Bitung ini sangat ditunggu oleh masyarakat karena dampaknya yang sangat positif. Distribusi barang antara Kota Manado dan Kota Bitung yang semula menghabiskan satu hingga dua jam, nantinya dapat ditempuh hanya dalam waktu empat puluh lima menit,” ujar Refly, Minggu (26/8).

Pada kunjungan kerja yang kedua kalinya setelah tahun 2017 lalu, Refly didampingi oleh Jajaran Komisaris, Anggota Komite, Direktur Pengembangan Jasa Marga, Adrian Priohutomo.

Refly juga turut memantau Pelabuhan Hub Internasional dan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Bitung yang terhubung langsung dengan Jalan Tol Manado-Bitung. Kawasan ini merupakan pintu gerbang ekonomi ke negara-negara Asia Pasifik.

“Dengan adanya sinergi antara Jalan Tol Manado-Bitung, KEK dan juga Pelabuhan Hub Internasional ini diharapkan dapat mengakselerasi pertumbuhan ekonomi dan pariwisata di kawasan Manado dan sekitarnya serta membawa kesejahteraan bagi kita semua,” tambah Refly.

Jalan Tol Manado-Bitung memiliki panjang 39 Km yang terbagi menjadi empat seksi, yaitu Seksi 1A (Manado-Sukur) sepanjang 7 Km, Seksi 1B (Sukur-Air Madidi) sepanjang 7 Km, seksi 2A (Airmadidi-Danowudu) sepanjang 11,5 Km dan Seksi 2B (Danowudu-Bitung) sepanjang 13,5 Km. PT JMB melaksanakan pekerjaan konstruksi untuk seksi 2A dan 2B dengan total panjang 25 Km pada pembangunan jalan tol pertama di Sulawesi Utara ini, sedangkan sisanya dibangun oleh Pemerintah.

Hingga akhir Agustus, kemajuan konstruksi Jalan Tol Manado-Bitung untuk Seksi 2A (Airmadidi-Danowudu) telah mencapai 60,18% dan Seksi 2B (Danowudu-Bitung) mencapai 6,22%. Sementara itu, pengadaan lahan untuk jalan utama yang dikelola oleh PT JMB pada Seksi 2A (Airmadidi-Danowudu) sebesar 98,88% dan Seksi 2B (Danowudu-Bitung) sebesar 72,50% .

Direktur Utama PT JMB, George IMP Manurung mengatakan, kedua seksi tersebut ditargetkan untuk beroperasi pada tahun 2019.

“Kami optimis dapat menyelesaikan proyek sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Permasalahan utama masih pada pembebasan lahan, terutama pada Seksi 2B. Segala upaya percepatan pembebasan lahan terus kami upayakan dan secara aktif terus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait,” tutup George.

Recent Posts

Kosmetik Bermerkuri Masih Banyak Beredar, Komisi IX DPR Desak Pengawasan Lebih Agresif

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher menyoroti temuan 14 produk…

46 menit yang lalu

Puan Soroti Isu Perundungan di Balik Kasus Bom Rakitan, Dorong Penguatan Iklim Sekolah Aman Bagi Anak

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti isu perundungan di balik kasus peledakan…

48 menit yang lalu

Kementerian UMKM Perkuat Transformasi Tata Kelola UMKM Melalui SAPA UMKM

MONITOR, Lombok Barat – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan komitmennya untuk mewujudkan transformasi…

6 jam yang lalu

Kemenag Tegaskan Madrasah Harus Bebas Kekerasan, Dirjen Pendis: Dorong Kurikulum Berbasis Cinta Lewat Matamuda 2026

MONITOR, Jakarta - Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama RI, Prof. Amien Suyitno, menegaskan bahwa madrasah…

8 jam yang lalu

Anak Gunung Krakatau Aktif, Waka Komisi V DPR Ingatkan Pentingnya Keamanan Masyarakat dan Jalur Pelayaran

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras menekankan pentingnya…

13 jam yang lalu

Siswa Diduga Korban Bullying Ledakkan Bom Rakitan, Legislator Dorong Ciptakan Lingkungan Sekolah yang Guyub

MONITOR, Jakarta - Anggota DPR RI Alex Indra Lukman menyoroti aksi seorang pelajar berinisial R…

14 jam yang lalu