Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon
MONITOR, Jakarta – Pelibatan komponen TNI dan Polri dalam agenda sosialisasi kinerja pemerintah terus menuai kritik dari sejumlah pihak. Pernyataan Jokowi tersebut bahkan dinilai sangat tendensius.
Seperti Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon. Ia menyayangkan statemen tersebut terlontar dari Jokowi selaku Kepala Negara. Waketum Partai Gerindra ini menegaskan, semestinya Jokowi bisa menjamin netralitas elemen TNI dan Polri.
“Semestinya Presiden harus semakin menegaskan jaminan netralitas TNI dan Polri di tahun pemilu ini. Bukan justru menarik-narik TNI/Polri ke politik praktis,” kritik Fadli Zon, Jumat (24/8).
Adanya permintaan Jokowi tersebut, dikatakan Fadli, justru menunjukkan bahwa kinerja TNI dan Polri semakin tidak profesional.
“Ini sama saja mengajak anggota TNI/Polri menjadi tidak profesional,” tandasnya.
Menurut Fadli, baik TNI maupun Polri harus tetap menjaga netralitasnya. Sebab politik TNI dan Polri adalah politik kebangsaan. Politik yang berpihak kepada kepentingan bangsa dan negara, bukan politik kepada orang perorangan, apalagi kepada bakal calon presiden.
“Karena itu saya meminta semua pihak, termasuk Presiden Jokowi yang sedang berstatus sebagai bakal calon presiden untuk berhati-hati, jangan menarik TNI/Polri kembali dalam politik praktis,” imbuhnya.
MONITOR, Tangerang Selatan - Seorang oknum pengurus Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) di daerah Pisangan, Ciputat,…
MONITOR, Jakarta– Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Fahri Hamzah, mendorong evaluasi menyeluruh terhadap…
MONITOR, Jakarta - Dalam rangka mendukung kelancaran arus lalu lintas selama libur Hari Raya Idulfitri…
MONITOR, Jakarta – Pertamina Patra Niaga sebagai Subholding Downstream PT Pertamina (Persero) terus memperkuat kesiapan layanan…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian terus berkomitmen untuk memperkuat daya saing industri melalui penguatan tata…
MONITOR, Cikampek — Telah terjadi insiden di KM 40+200 A arah Cikampek Ruas Jalan Tol…