PERTANIAN

Sidak BBKP Surabaya, Mentan Cek Prizinan Hingga Disiplin Pegawai

MONITOR, Surabaya – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan sidak pada hari ini Senin (16/7) di Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya,kurang lebih 5 km dari Bandara Juanda. Mentan langsung masuk menuju bagian belakang kantor, dan menemui dua pegawai yang sedang asyik ngobrol sambil ngopi disaat jam kerja.

“Sedang apa ini? Ini kepala Balai nya ke mana?”, tanya Amran dengan tegas. “Tidak ada pak, sedang sakit”, jawab salah satu pegawai karantina.

Kemudian di tempat yang sama Amran mengecek ruang tunggu bagi masyarakat yang sedang mengurus administrasi perkarantinaan pertanian, dan sempat berdiskusi dengan salah satunya untuk menggali informasi ada tidaknya praktik pungli. Amran kembali melanjutkan pengecekan ruangan dengan teliti, beberapa brankas dibuka satu per satu dan memastikan tidak ada pungli di kantor tersebut.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan sidak di Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya

Dalam inspeksi Mentan juga sempat berhenti di lobby, kemudian masuk ke beberapa ruang kerja staf, dan menunjuk pojokan ruangan yang sepertinya sudah lama tidak dibersihkan dan tidak dirawat. “Coba tolong digeser, lihat sudah berapa lama ini lantai dan dinding tidak dibersihkan. Mana petugas cleaning service nya? Siapa yang bertanggung jawab untuk urusan ini?”, tanya Mentan.

Mentan melanjutkan sidak kedua ke Unit Layanan Karantina Hewan dan Unit Layanan Karantina Tumbuhan BBKP di Pelabuhan Tanjung Perak Kalimas. Di lokasi Mentan meminta absen pegawai dan memeriksa satu persatu pegawai yang selalu datang terlambat. “Yang datang terlambat saya skorsing satu minggu ya, mana orangnya? Anda istirahat satu minggu dan tunjangan juga saya stop satu minggu ya”, tegas Mentan.

Di sini Amran kembali menanyakan satu per satu masyarakat yang sedang mengantri giliran perizinan mengenai perkarantinaan. “Gimana pak? Ngurusnya lama tidak? Biasanya berapa lama? Ada (petugas) minta duit? ” tanya Amran. “Sebentar pak, paling 20 menit, tapi tergantung berapa banyak berkasnya. Nggak ada diminta duit, semuanya transfer dan online”, ujar salah satu seorang yang sedang antre.

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melakukan sidak di Balai Besar Karantina Pertanian (BBKP) Surabaya

Seperti diketahui,di era Menteri Amran, telah dikembangkan sistem perizinan dan pengurusan dokumen dilaksanakan dengan cara online. Segala biaya administrasi yang dibebankan transaksinya dengan transfer ke bank. Hal ini untuk menghilangkan praktek-praktek pungutan liar (pungli) di lapangan. Hasilnya, pengurusan menjadi lebih efektif dan efisien baik dari segi waktu, biaya, dan tenaga. Ditambah lagi, hal seperti itu turut memberikan andil terhadap penghargaan sebagai Kementerian Anti Gratifikasi kepada Kementerian Pertanian dari KPK.

“Ini adalah sistem yang memberhentikan atau skorsing anda, bukan saya. Kementan sudah mendapatkan predikat WTP, kita harus jaga kedisiplinan dan layanan prima kepada publik” kata Mentan.

Di tiga lokasi yaitu Kantor BBKP dan 2 Unit Layanan BBKP, Mentan menskorsing empat pegawai dan mencopot satu pejabat eselon IV. Mentan menyampaikan, saat ini Pemerintah khususnya Kementerian Pertanian terus berupaya meningkatkan pelayanan kepada publik termasuk Balai Besar Karantina.

“Kami (sidak) ke sini dalam rangka meningkatkan kedisiplinan pegawai, yang kami syukuri, pungli tidak ada. Dulu kami temukan pungli langsung kami copot bahkan kami pecat. Alhamdulillah hari ini tidak ada (pungli), tapi perlu disiplin. Hari ini kami sidak, sengaja mereka tidak tahu, dan kami langsung cek satu per satu absennya, langsung kami skor. Kami ingin kerjanya bagus, hari ini sudah bagus, tapi kami ingin lebih bagus lagi”, terangnya kepada awak media.

Sejak tiga tahun terakhir Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman memimpin Kementan, tidak hanya menyelesaikan program pangan seperti beras, jagung, cabai, bawang merah, bawang putih, daging sapi, daging ayam dan lainnya, tetapi juga melakukan reformasi mental SDM Pertanian, bersih-bersih kantor dan penertiban aparatur.

Hingga kini Kementan telah melakukan demosi dan mutasi 1.300 pegawai Kementan, termasuk di antaranya 200 pegawai Badan Karantina Pertanian. “Ini maksudnya meningkatkan disiplin pegawai, dan meningkatkan layanan kepada publik. Kami tidak menemukan pungli, tetapi kedisplinan pegawai yang perlu ditingkatkan, pemeliharaan ruang kerja dan kebersihan yg masih perlu diperbaiki lagi”, tutup Mentan.

Recent Posts

Rp4,1 Triliun BOS Madrasah dan BOP RA Tahap II Segera Cair, Ini Jadwal Pengajuannya

MONITOR, Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) mulai memproses penyaluran dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Madrasah…

17 jam yang lalu

Menteri UMKM Dorong APPI Perkuat Pasar Produk Dalam Negeri

MONITOR, Cikarang – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong Asosiasi Pengusaha Pengelasan Indonesia…

18 jam yang lalu

Kemnaker Transformasi Balai K3 Jadi Garda Terdepan Pencegahan Kecelakaan Kerja

MONITOR, Bandung – Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan mentransformasi Balai Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) di…

20 jam yang lalu

Jasa Marga Sabet Dua Penghargaan PR di Indonesia Public Relations Summit 2026

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk kembali meraih pengakuan nasional atas implementasi strategi komunikasi…

20 jam yang lalu

Alsintan Gerakan Ekonomi Desa, Kaum Muda Mulai Lirik Pertanian

MONITOR, Serang - Bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) dari Kementerian Pertanian tidak hanya mendorong…

20 jam yang lalu

Survei IPO: Prabowo Masih Pimpin Elektabilitas Capres, AHY Cawapres

MONITOR, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto masih menjadi tokoh yang paling banyak dipilih masyarakat apabila…

21 jam yang lalu