EKONOMI

Dinilai Efektif Digunakan Sebagai Pembangkit, Tusina Baraseger Mulai Dilirik Industri

MONITOR, Jakarta – Inovasi kreatif Tusina Baraseger (Tungku Siklon Sederhana Batubara dan Sumber Energi Terbarukan) Pusat Penelitian dan Pengembangan Teknologi Mineral dan Batubara (Puslitbang tekMIRA), Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) selain efektif digunakan di Industri Kecil Menengah (IKM) sebagai tungku pembakar, kini mulai dilirik industri pembangkit sebagai pembangkit listrik.

Menurut sang peneliti Tusina Baraseger dari TekMIRA, Muhammad Ade Adriansyah Efendi, Teknologi tusina menggunakan pembakaran sempurna sehingga menghasilkan energi yang tinggi.

“Dengan jumlah bahan bakar yang sama dengan yang tungku konvensional, Tusina menghasilkan proses pembakaran yang lebih efektif dan ruang yang lebih kecil,” ujar Ade kepada esdm.go.id, Selasa (10/7).

Ade mengungkapkan bahwa tekMIRA telah melakukan pengembangan tungku siklon ini sejak lama, diawali penelitian skala menengah oleh Bapak Sumaryono, lalu dikembangkan lagi oleh Bapak Ikin Sodikin menggabungkan pembakaran antara batubara dengan biomasa.

“Tungku siklon terus dikembangkan oleh tekMIRA hingga sampai ke kami dengan penyempurnaan-penyempurnaan yang kami lakukan. Sekarang penelitiannya adalah bagaimana tungku siklon ini menjadi tungku untuk pembangkit listrik skala kecil dibawah 10 MW,” ungkap Ade.

Untuk mengembangkan tungku tusina menjadi pembangkit, tekMIRA telah melakukan kerjasama dengan perusahaan produsen boiler yakni, PT Aalborg Industri Indonesia yang sejak awal Juli 2017 dan saat ini prototypenya sudah ada di PT Aalborg Industri Indonesia.

“Kami rancang ulang pembakaran boiler ini dengan system siklon dan sudah berhasil menjadi tungku untuk pembangkit listrik, hasil pengembangan tungku ini sudah kami daftarkan patennya,” jelas Ade.

Lebih lanjut Ade menjelaskan, jika pembangkit listrik biasa, lokasi pembakarannya ada di dalam boiler, sedangkan pengembangan yang kita lakukan, pembakarannya terpisah, ada di tungku siklon, dan yang masuk kedalam boiler itu hanya berupa flue gas (gas panas) saja.

Biasanya kalau pakai tungku konvensional, panas terserap didalam tungku atau ke boiler itu sekitar 30-40% dan jika menggunakan tungku kami maka efisiensi yang dihasilkan hingga mencapai 90%.

Kolaborasi antara tekMIRA dengan PT Aalborg Industri Indonesia saat ini sudah menghasilkan pesanan 6 buah tungku siklon untuk pembangkit listrik berbasis biomasa dari Provinsi Nusa Tenggara Timur.

Recent Posts

Menteri UMKM: LAKSMI Tingkatkan Graduasi Ekonomi Pengusaha Mikro Inklusif

MONITOR, Surabaya – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong peningkatan graduasi ekonomi masyarakat…

40 menit yang lalu

Menaker: Hakim Ad Hoc PHI Jaga Kepastian Hukum

MONITOR, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menegaskan pertimbangan hakim yang adil dan jelas menjadi bagian…

12 jam yang lalu

Guru Besar UIN Jakarta: Rekognisi Pesantren Perlu Diikuti Afirmasi Anggaran

MONITOR, Jakarta - Rekognisi negara terhadap pesantren perlu diterjemahkan ke dalam afirmasi kebijakan dan anggaran…

12 jam yang lalu

Kementerian UMKM Perkuat Inkubator untuk Cetak Wirausaha Berkualitas

MONITOR, Surabaya – Menteri Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) Maman Abdurrahman menegaskan pentingnya memperkuat…

22 jam yang lalu

Menag Berhentikan Prof. Muzakki sebagai Rektor UIN Surabaya

MONITOR, Jakarta - Menteri Agama Nasaruddin Umar memberhentikan Prof. Akh. Muzakki dari tugas tambahan sebagai…

23 jam yang lalu

Wamenaker: Pengesahan RUU Pelindungan Ketenagakerjaan Ditargetkan Oktober 2026

MONITOR, Jakarta — Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor menyatakan bahwa pemerintah dan DPR RI…

23 jam yang lalu