NASIONAL

Tangkap Peluang, Pemerintah Bidik Wisata Argo dan Edukasi Berbasis Holtikultura

MONITOR, Jakarta – Wisata agro semakin menarik minat wisatawan mancanegara untuk bertandang ke Tanah Air. Hal demikian diungkapkan Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian, Suwandi.

Suwandi menjelaskan, pemerintah tak ketinggalan mengolah potensi ini. Saat ini, pemerintah pun sudah menggenjot wisata agro dan wisata edukasi di berbagai daerah sentra produksi. Seperti wisata puncak Bogor dengan menyajikan wisata agro kebun buah, wisata tanaman hias dan tanam bunga.

Lalu, di wilayah Lembang Bandung juga banyak berkembang usaha wisata agro. Di Batu Malang ada wisata agro komoditas apel, jeruk dan lainnya. Begitu pun di Sleman ada wisata agro salah pondoh, sayuran, buah organik dan lainnya.

“Banyak turis dari berbagai negara ke Sleman untuk berwisata minat khusus sebagai diversifikasi daru paket paket wisata di Yogyakarta. Mereka datang diantaranya untuk belajar usaha kebun buah organik,” ujar Suwandi di Jakarta, Minggu (1/7).

Suwandi menambahkan, wisata agro berbasis hortikultura ini menjadi salah satu upaya edukasi minat generasi muda pada pertanian dan terpenting ajang kontak bisnis serta wadah promosi efektif produk unggulan lokal.

“Ini sesuai arahan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman untuk diversifikasi usaha, meningkatkan nilai tambah, pendapatan serta kesejahteraan petani,” sambungnya.

Wisata agro dan edukasi berbasis holtikultura

Salah satu wisata agro dan edukasi berbasis hortikultura di Yogykarta yakni Sabila Farm. Sang pemilik, Muhammad Gunung Soetopo mengatakan saat ini ada 20 anak-anak dari Mercelline Collage, Bulleen – Victoria, Australia datang untuk belajar tentang usaha kebun buah hortikultura organik.

“Wilayah di sini ternyata sudah sering dikenal di Australia khususnya di Melbourne dan negara bagian Victoria,” katanya.

Pria yang akrab dipanggil Gun Soetopo ini menerangkan AgroEduWisata Sabila Farm dibuat tahun 2005 mengedepankan pemanfaatan lahan marginal yang menyerasikan dengan alam dan tanpa merusak lingkungan. Bahkan melestarikan plasma Nutfah dan mikroba tanah untuk bisa memberikan kehidupan yang harmoni dengan kegiatan manusia.

“Saat ini bulan Juni sebenarnya bukan saatnya panen buah naga (Nopember sampai April), tapi dengan teknologi penambahan pencahayaan maka buah naga bisa berbunga dan berbuah. Juga ada panenan Srikaya Jumbo rasa sangat enak, manis dan legit,” terangnya.

“Produk buah di wilayah Sleman dikenal enak dan manis serta kriuk. Sebab tanam dan tumbuh di lahan abu tuff vulcano yang kaya dengan mineral sehingga membuat buah menjadi manis dan enak,” imbuhnya.

Untuk memajukan wisata agro dan wisata edukasi, Gun Soetopo berpesan kepada teman-teman petani agar menjadi petani pengusaha dan bisa menjual 1 buah produk hortikultura setidaknya 3 kali momen mendapat income. Ini didapat dari motivasi usaha bertani, berwisata memetik, edukasi budidaya, penjualan produksi buah dan dari interaktif pengolahan hasil dan pemasaran.

“Mari sejahterakan petani Indonesia dengan Krenova yaitu kreasi dan inovasi dalam bertani. Dan itu hanya ada di Petani Indonesia,” pungkasnya.

Recent Posts

IGIC 2026 Pilih Nasaruddin Umar sebagai Presiden IAMI dan Hasilkan Jakarta Understanding

MONITOR, Jakarta - International Grand Imams Conference (IGIC) 2026 sepakat untuk membentuk The International Assembly…

60 menit yang lalu

Ketua PW Fatayat NU Ajak Kader Fatayat Aktif Kampanyekan Pariwisata Anyer dan Majukan Ekonomi Kreatif

MONITOR, Serang - Ketua Pimpinan Wilayah Fatayat NU Nony Menawati melantik Pengurus Pimpinan Anak Cabang…

3 jam yang lalu

Peternak Lumajang Ari Borong Empat Gelar di Kontes Ternak DKPP 2026

MONITOR, Lumajang - Peternak asal Kabupaten Lumajang, Ari, meraih empat gelar juara dalam Kontes Sapi,…

21 jam yang lalu

Rokhmin Dahuri: Guruh Soekarnoputra Wariskan Nasionalisme Lewat Seni dan Budaya

MONITOR, Jakarta - Kepergian seniman dan budayawan Mohammad Guruh Irianto Soekarnoputra meninggalkan warisan penting dalam…

1 hari yang lalu

Delegasi U.S. Army War College Sambangi Istiqlal, Gugun Gumilar Dorong Penguatan Dialog Indonesia-AS

MONITOR, Jakarta - Hubungan Indonesia dan Amerika Serikat kembali mendapat ruang dalam pertukaran gagasan strategis.…

2 hari yang lalu

Menteri UMKM: LAKSMI Tingkatkan Graduasi Ekonomi Pengusaha Mikro Inklusif

MONITOR, Surabaya – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong peningkatan graduasi ekonomi masyarakat…

3 hari yang lalu