PEMERINTAHAN

Mentan Tantang Mahasiswa Universitas Jember Wujudkan Lumbung Pangan Dunia

MONITOR, Jember – Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memberikan kuliah umum di Universitas Jember, Rabu (23/5). Kepada pada mahasiswa, Amran menekankan peran mahasiswa sebagai generasi muda dalam memajukan pertanian berbasis teknologi sehingga Indonesia menjadi lumbung pangan dunia.

Pada kuliah umum ini, Amran menceritakan pengalamannya selama berada di Kabinet Kerja sejak 2014. Salah satunya, mengenai terobosan yang dilakukan dan capaiannya.

Saat menjadi menteri, katanya, merombak regulasi terkait pengadaan. Soalnya, mekanisme tender membuat bantuan sarana produksi kepada petani menjadi mubazir.

“Anggaran keluar Januari, empat bulan tender. Selesai panen, baru traktor jalan (diterima petani),” ujarnya saat memberikan Kuliah Umum “Indonesia Menuju Lumbung Pangan Dunia 2045” di Kampus Universitas Jember, Jawa Timur, Rabu (23/5/2018).

Hal tersebut, mendorongnya menemui Presiden dan meminta regulasi pengadaan barang/jasa diubah. Sebab, ucapnya kepada Presiden, “Tikus tidak pernah katakan, tunggu dulu, pemerintah lagi tender.”

Amran pun mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tujuannya agar penyimpangan dapat dihindari dan anggaran tak diselewengkan. Alhasil, Kementerian Pertanian berhasil memperoleh penghargaan anti gratifikasi.

Terobosan selanjutnya adalah meningkatkan alokasi anggaran untuk petani langsung. Konsekuensinya, anggaran seminar, peresmian, pengadaan, dan uang perjalanan dinas alokasinya dicabut. “Dulu, alokasi alsintan untuk petani 35 persen. Sekarang 85 persen,” jelasnya.

Amran juga mendorong peneliti pertanian, lebih giat melakukan riset dan berinovasi. Alasannya, memajukan pertanian nasional serta meningkatkan kesejahteraan petani.

“Kemudian deregulasi. Dulu izin pertanian tiga bulan, bahkan ada dua tahun, tiga tahun. Kami buat Satu Padu. Dalam satu jam selesai, bahkan cukup dari rumah,” imbuhnya.

Selanjutnya, memaksimalkan lahan menganggur, seperti tadah hujan. Tujuannya, meningkatkan produksi dalam negeri serta merealisasikan visi Lumbung Pangan Dunia 2045.

Kementerian Pertanian juga mengembangkan pertanian di daerah-daerah perbatasan sebagai lumbung pangan yaitu di Lingga, Belu, Malaka, Merauke, dan Entikong.

Dengan begitu, mempermudah ekspor pangan, khususnya ke negeri jiran. Harga pangan juga mulai stabil. “Sebelum Jokowi-JK, harga beras Rp 50 ribu -Rp 80 ribu di Merauke. Hari ini Rp 8 ribu,” bebernya.

Amran mengungkapkan, banyak capaian terukir buah dari terobosan tersebut. Misalnya, berhasil menutup keran impor beras dan jagung. Bahkan, sudah diekspor ke berbagai negara, termasuk bawang merah. “Dalam sejarah pertanian 72 tahun, kita tembus ekspor ayam ke Jepang,” lanjutnya.

Sementara itu, Rektor Universitas Jember, Moh Hasan, berharap, Kementerian Pertanian konsisten melakukan modernisasi pertanian, memaksimalkan lahan suboptimal, dan upaya-upaya lainnya. “Mudah-mudahan ikhtiar dapat ridho dan petunjuk-Nya,” katanya.

Dia menyatakan demikian, mengingat pangan bakal menjadi persoalan besar saat pemerintah tak bisa memenuhi kebutuhan penduduknya. “Masalah pangan tidak lepas dari masalah kependudukan,” tuntas Hasan.

Recent Posts

GODF 2026 Qingdau, Prof Rokhmin beberkan Potensi Akuakultur RI dan Tantangan Pembiayaan

MONITOR - Indonesia memiliki potensi ekonomi akuakultur yang diperkirakan mencapai US$210 miliar per tahun, namun…

9 jam yang lalu

Ekoteologi Kampus PTKIN Terus Mendapat Pengakuan Nasional, Raih Penghargaan UI GreenMetric 2026

MONITOR, Jakarta – Ekosistem pendidikan Islam di bawah naungan Kementerian Agama kembali menorehkan tinta emas…

13 jam yang lalu

BM PAN Konsolidasikan Pengurus 2026–2031, Slamet Ariyadi Serukan Satu Komando

MONITOR, Jakarta - Barisan Muda Penegak Amanat Nasional (BM PAN) menggelar Meet and Greet Pengurus…

18 jam yang lalu

Kekerasan OPM Tewaskan Sopir Angkutan Masyarakat, TNI Perkuat Pengamanan Dan Kejar Pelaku

MONITOR, Jakarta - Kelompok bersenjata Organisasi Papua Merdeka (OPM) kembali melakukan aksi kekerasan terhadap masyarakat…

20 jam yang lalu

Kementerian UMKM Dampingi Usaha Menengah Menuju IPO melalui RISE TO IPO 2026

MONITOR, Jakarta – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus mendorong usaha menengah untuk…

20 jam yang lalu

Prof Rokhmin Dahuri Tinjau Industri Perikanan Modern China, Dorong Penguatan Ekonomi Biru Indonesia

MONITOR, QINGDAO, CHINA - Guru Besar Institut Pertanian Bogor (IPB) University, Prof. Dr. Ir. Rokhmin…

23 jam yang lalu