PARLEMEN

Demokrat Minta Pemerintah Tak Perlu Terlalu Panik

MONITOR, Jakarta – Menanggapi terkait lambannya pembahasan RUU Terorisme agar segera disahkan, Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Syarief Hasan meminta pemerintah untuk bekerjasama dan saling bersinergi dengan DPR RI.

Menurut Mantan Menteri Koperasi dan UKM tersebut, pemerintah harus betul-betul bisa kerjasama dengan DPR, supaya RUU Terorisme itu bisa segera disahkan dan bisa segera diberlakukan.

“Ini yang jadi masalah,” katanya di Kompleks Parlemen DPR RI Senayan, Jakarta , Jumat (18/5).

Ia menuturkan, bahwa sebenarnya dalam mencermati kasus terorisme pemerintah tidak perlu terlalu panik dengan situasi saat ini. Sebab menurutnya ada Polri dan BIN yang mampu melaksanakan tugasnya dengan baik.

Sehingga kemudian menurut Syarief, Pemerintah tidak perlu untuk melakukan hal lain diluar wewenang aparat penegak hukum yang sedang menjalankan tugasnya.

“Jadi jangan memperkeruh suasana dengan membentuk tim-tim lain di luar lembaga yang ada, jadi maksimalkan saja, minta pertanggungjawaban BIN, kenapa bisa terjadi demikian, minta pertanggung jawaban polri, bisa ga mereka, mampu ga mereka, kecuali kalau polri dan bin mengatakan sudah tidak mampu ya dengan situasi ini, ya silahkan,” ujarnya.

Selain itu, ia menganggap kalau pemerintah jangan serta merta mencari pengkambing hitaman dengan mengancam untuk menerbitkan perppu, dan kemudian menyalahkan DPR yang dinilai lamban untuk merampungkan RUU Terorisme. Kata dia, padahal sebenarnya tidak seperti itu,

“Jadi marilah cerdaskan bangsa dan negara ini dengan informasi-informasi yang positif, minta kesiapan dari BIN, apakah dia mampu, minta kesiapan dari polri, apakah dia mampu, kalau tidak mampu ya sudah, pemerintah bisa mengambil sikap, presiden bisa mengambil sikap dengan membentuk tim-tim baru,” tukasnya.

Ia juga mengklaim, bahwa sebenarnya atas kejadian penyerangan sejumlah teror yang mengahantui Indonesia baru-baru ini tidak lepas dari faktor anggaran. Terlebih adanya usulan dari pihak pemerintah untuk membentuk Koopsgabsus tim elit TNI untuk mencegah dan mengatasi segala tindakan teror.

“Ini kan menyangkut anggaran semua ini, jadi kita ini statementnya kita seperti pemadam kebakaran setelah terjadi baru semua ribut,”tandasnya.

“Pemerintah mestinya mengambil sikap dalam situasi ini kan kepolisian dan tni itu di bawah presiden, presiden bisa ambil sikap dalam situasi ini, ini saran saya ke depan pemerintah itu ambillah sikap kepada bin minta pertanggung jawaban pada polri, apakah mampu, kalau tidak sudah baru pemerintah bisa membentuk satu tim khusus ini,” sambung politisi demokrat ini.

Recent Posts

Jasa Marga Tutup Sementara Rest Area KM 52B dan Lakukan Buka Tutup Rest Area KM 62B Jalan Tol Jakarta-Cikampek

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk mendukung pemberlakuan sistem buka tutup Rest Area…

18 menit yang lalu

One Way Lokal KM 425–414 Diberlakukan, Arus Balik Tol Semarang Arah Jakarta Diurai

MONITOR, Semarang – Rekayasa lalu lintas berupa one way lokal diberlakukan di ruas Tol Semarang hingga…

1 jam yang lalu

Pemerintah Pastikan Stok BBM Lebaran 2026 Aman, Antrean di Sejumlah Daerah Mulai Terurai

MONITOR, Jakarta – Pemerintah memastikan pasokan bahan bakar minyak (BBM) nasional selama periode libur Lebaran 2026…

2 jam yang lalu

Mitra Pengemudi Ojek Online Terima Santunan Rp24 Juta Usai Kecelakaan di Jakarta

MONITOR, Jakarta – Seorang mitra pengemudi ojek online di Jakarta menerima santunan lebih dari Rp24 juta…

2 jam yang lalu

Dukung Kelancaran Arus Balik, One Way Lokal KM 459 s.d KM 420 GT Banyumanik Diberlakukan

MONITOR, Semarang - PT Jasamarga Transjawa Tol (JTT) melalui PT Trans Marga Jateng (TMJ) bersama…

8 jam yang lalu

Lalu Lintas Jabodetabek–Puncak Melonjak hingga 54 Persen, Arus Wisata Masih Tinggi

MONITOR, Jakarta – Volume lalu lintas pada H+1 libur Idulfitri 1447 H/2026 M masih terpantau tinggi,…

1 hari yang lalu