MONITOR, Jakarta – Kesabaran Gubernur Jakarta Anies Baswedan terhadap keberadaan tempat hiburan Alexis sudah habis. Oleh karenanya orang nomor satu di Jakarta ini mengatakan tidak ada tandeng aling lagi untuk menutup tempat hiburan yang ditengarai jadi sarang tempat prostitusi tersbut.
"Sejak surat perintah tutup kami layangkan 22 Maret lalu, Kami kasih waktu pihak menajemen Alexis samapi besok. Kalau ternyata sampai batas waktu yang kami berikan masih tetap beroperasi maka kami akan tutup paksa,"tegas Anies dalam keterangan persnya di Balaikota Jakarta, Selasa (27/3).
Bahkan Anies dengan tegas menyatakan untuk menutup Alexis dirinya tidak akan mengerahjan pasukan. Tetapi cukup dengan secarik kertas.
"Sudah bukan jamannya lagi untuk menutup tempat hiburan malam seperti Alexis memakai pasukan. Cukup pakai secarik kertas saja,"tukas Anies.
Diceritakan Anies, upaya Pemprov DKI untuk menutup Alexis sudah melalui proses yang pajang. Berawal dari tulisan media sampai adanya tim investigasi Pemprov DKI yang membenarkan kalau keberadaan tempat hiburan alexis jadi tempat perjualan manusia hingga prostitusi.
"Dari proses yang panjang itu kami akhirnya mencabut Tanda Usaha Daftar Usaha (TDUP) dari mulai karaoke, resto dan semua jenis usaha disana,"pungkasnya
