Categories: NASIONAL

Politikus PDIP Cibir Amien Rais soal Kepemilikan Tanah di Era Zulkifli Hasan

MONITOR, Jakarta – Anggota Komisi III DPR RI Arteria Dahlan mengingatkan agar tokoh reformasi sekelas Amien Rais lebih disiplin dalam berbicara.

Hal itu diduga terkait pernyataan Amien Rais yang menyebut program bagi-bagi sertifikat tanah yang dilakukan Presiden Jokowi merupakan pembohongan publik saja, sebab ketika 74 persen negeri ini dimiliki kelompok tertentu seolah dibiarkan saja oleh pemerintah ini.

"Lebih baik Pak Amien disiplin berbicara, karena yang pemerintahan ini kerjakan di sektor pertanahan, sebagian juga menyelesaikan permasalahan dari sektor kehutanan yang kebetulan dahulu menterinya kan kader beliau, yakni Zulkifli Hasan," kata Arteria dalam keterangan tertulisnya yang diterima MONITOR, di Jakarta, Senin (19/3).

"Jadi, sudahlah jangan kemudian membuka polemik yang nantinya justru membuka aib sendiri," tambah dia.

Politikus PDI Perjuangan yang sempat duduk di Komisi II DPR RI itu menantang Amien Rais untuk membuka persoalan pertanahan yang tidak hanya di era pemerintahan ini saja, melainkan saat Ketua Umum DPP PAN Zulkifli Hasan menjabat sebagai menteri kehutanan.

"Jangan sampai gajah di depan mata tidak terlihat, semut diseberang lautan seolah-olah terlihat jelas. Saya ingin mengajak pak Amien berpikir lebih obyektif, pakai data, seberapa banyak peralihan hak atas tanah ke pihak asing sejak jaman Pak Jokowi?, instrumennya apa? kemanfaatannya bagaimana serta apakah bagian dari penanaman modal asing?," sebut dia.

"Lalu bandingkan dengan jaman sebelumnya? jamannya pak Zulkifli Hasan sewaktu menjabat menteri kehutanan? Bagaimana dengan pelepasan kawasan hutan? Siapa yang diuntungkan? Apakah prosedural dan tidak berpotensi menyimpang? Siapa saja pihak yang diuntungkan? Apakah pihak asing justru lebih banyak diuntungkan? Apakah tercover dalam Foreign Direct Investment Program? Yuk kita kaji, cermati dan analisa," pungkasnya.

Recent Posts

Terpilih Jadi Presiden Dewan HAM PBB, DPR: Indonesia Harus Independen

MONITOR, Jakarta - Terpilihnya Indonesia sebagai Presiden Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB tahun 2026…

2 jam yang lalu

Drainase Buruk, 100 Rumah di Rangkasbitung Lebak Terendam Banjir

MONITOR, Jakarta - Infrastruktur drainase di jantung Ibu Kota Kabupaten Lebak kembali menunjukkan rapor merah.…

3 jam yang lalu

Wamenhaj Dahnil: Petugas Jangan Nebeng Haji, Utamakan Jemaah atau Pulang!

MONITOR, Jakarta - Wakil Menteri Haji dan Umrah Republik Indonesia, Dahnil Anzar Simanjuntak, memberikan peringatan…

4 jam yang lalu

Apresiasi Diklat PPIH 2026, DPR Ingatkan Melayani Jemaah Tugas Utama

MONITOR, Jakarta - Komisi VIII DPR RI memberikan apresiasi tinggi terhadap penyelenggaraan Pendidikan dan Pelatihan…

6 jam yang lalu

UIN Siber Cirebon Tembus 23 Besar PTKIN Terbaik Versi Webometrics 2026

MONITOR, Jakarta - Universitas Islam Negeri (UIN) Siber Syekh Nurjati Cirebon masuk dalam 23 besar…

7 jam yang lalu

PELNI Catat Angkutan Peti Kemas Tumbuh Menjadi 13.142 TEUs Sepanjang 2025

MONITOR, Jakarta - PT Pelayaran Nasional Indonesia atau PT PELNI (Persero) membukukan kinerja positif dalam penugasan angkutan barang sepanjang…

10 jam yang lalu