PARLEMEN

Terpilih Jadi Presiden Dewan HAM PBB, DPR: Indonesia Harus Independen

MONITOR, Jakarta – Terpilihnya Indonesia sebagai Presiden Dewan Hak Asasi Manusia (HAM) PBB tahun 2026 menjadi ujian krusial bagi kedaulatan diplomasi nasional. Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Dave Laksono, menegaskan bahwa posisi prestisius ini tidak boleh hanya menjadi pajangan seremonial, melainkan harus menjadi instrumen nyata untuk mendikte arah kebijakan kemanusiaan dunia.

Dave mengingatkan pemerintah bahwa kepemimpinan di Jenewa mendatang adalah momentum untuk membuktikan bahwa politik luar negeri “Bebas Aktif” masih bertaji. Di tengah meningkatnya tensi geopolitik global, Indonesia dituntut menjadi penyeimbang yang kredibel, bukan pengikut blok tertentu.

“Politik bebas aktif bukan sekadar jargon di atas kertas. Ini adalah prinsip yang menuntun diplomasi kita agar tidak terjebak dalam jebakan kepentingan blok negara-negara besar. Indonesia harus konsisten memperjuangkan nilai universal tanpa bisa disetir,” tegas Dave di Jakarta, Senin (12/1/2026).

Politisi Fraksi Partai Golkar ini memberikan peringatan keras agar mandat Presiden Dewan HAM PBB ini tidak disalahgunakan oleh kekuatan asing untuk kepentingan geopolitik mereka. Ia menekankan bahwa Komisi I akan mengawasi secara ketat agar posisi Indonesia tetap independen.

“Kita harus menjaga independensi sikap diplomasi. Jangan sampai Indonesia hanya menjadi jembatan bagi kepentingan kekuatan besar. Kita harus dipercaya sebagai mediator yang jujur dan penyeimbang di forum HAM global. Reputasi bangsa taruhannya,” ujar Dave dengan tajam.

Komisi I DPR RI berkomitmen untuk mengawal setiap langkah pemerintah melalui dialog rutin dan evaluasi kebijakan yang ketat. Dave memastikan parlemen akan memastikan mandat tersebut dijalankan dengan transparan, konsisten, dan berpijak sepenuhnya pada kepentingan nasional.

“Indonesia diharapkan mampu menjadi jembatan yang memperkuat dialog antarnegara yang selama ini buntu. Kita harus memastikan forum HAM global berjalan secara kredibel, berimbang, dan benar-benar berpihak pada kemanusiaan, bukan pada kepentingan kekuasaan,” pungkasnya.

Recent Posts

Duga Ada Gembong Besar di 4 Kasus Penyelundupan Narkoba, Legislator: Ada Apa Dengan Lapas?

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Andreas Pareira menduga ada aktor besar…

5 jam yang lalu

Festival Kemudahan dan Pelindungan Usaha Mikro 2026 Perluas Akses dan Perkuat Daya Saing UMKM

MONITOR, Balikpapan – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus memperkuat komitmennya dalam membangun ekosistem…

8 jam yang lalu

Cegah Judi Berkedok Permainan Anak, Legislator Dorong Evaluasi Semua Izin Arena Arkade

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding menekankan pentingnya pengawasan ketat terhadap…

14 jam yang lalu

Kemenperin Pacu Kerja Sama Manufaktur Konkret dengan Belarus

MONITOR, Belarus - Hubungan industri antara Indonesia dan Belarus terus menunjukkan progres strategis di tengah…

15 jam yang lalu

Mahfuz Sidik Bekali Anggota DPRD Partai Gelora Seni Komunikasi dan Strategi Politik Hadapi Pemilu 2029

MONITOR, Jakarta - Sekretaris Jenderal Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Mahfuz Sidik, menegaskan pentingnya kemampuan…

15 jam yang lalu

Waka Komisi VII DPR: Ekspor Satu Pintu Harus Jadi Instrumen Hilirisasi, Bukan Sekadar Ubah Jalur Penjualan Komoditas

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Evita Nursanty mengingatkan agar kebijakan ekspor…

16 jam yang lalu