MONITOR – Kepala Kantor Kemanan Nasional Presiden Korea Selatan, Chung Eui-Young meminta Amerika Serikat memberlakukan pengecualikan kepada negaranya terkait tarif baja dan aluminium.
Mengutip Kantor Berita Yonhap via Sputniknews, Chung mengutarakan permintaanya tersebut saat bertemu Menteri Pertahanan AS, Jim Mattis dan Penasihat Keamanan Nasional Donald Trump, Harbert Raymond McMaster.
Menurut media tersebut, Chung mengatakan kepada Mattis, pengecualian tersebut penting dilakukan mengingat persahabatan yang dipertahankan oleh kedua negara.
Kedua pejabat AS tersebut diberitakan memberikan tanggapan secara positif usulan Ching, dan berjanji untuk menelaah lebih jauh persoalan yang dihadapi Kora Selatan.
Sebelumnya, Presiden AS Donald Trump telah menandatangani sebuah kebijakan pemberlakuan tarif 25 persen untuk impor baja dan bea masuk 10 persen untuk alumunium.
Kebijakan tersebut diklaim pemerintah AS untuk mendukung industri nasional AS untuk persaingan luar negeri.
Namun, belakangan kebijakan tersebut dinilai sebagai langkah mundur bagi sekutu-sekutu AS.
Pemerintah AS telah melakukan pengecualian awal untuk Meksiko dan Kanada, dan membuka pintu pengecualian untuk sekutu lainnya, dengan syarat mereka mengubah kebijakan perdagangan mereka dengan Amerika Serikat.
MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat upaya menjaga keseimbangan sektor perunggasan nasional di…
MONITOR, Lumajang – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Lumajang menegaskan komitmennya mengawal implementasi kebijakan…
MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan rasa simpati atas musibah bencana gempa…
MONITOR, Jakarta - Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf menegaskan transformasi penyelenggaraan haji dan umrah…
MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, menyoroti polemik antara Kementerian…
MONITOR, Makassar – Sebagai negara kepulauan terbesar di dunia dengan lebih dari 17 ribu pulau,…