Categories: BERITAMEGAPOLITAN

Sandi Didemo PKL Klender, Begini Pembelaan Gerindra

MONITOR, Jakarta – Ketua DPC Partai Gerindra Jakarta Timur, Adi Kurnia Setiadi angkat bicara soal kedatangan Wakil Gubernur Jakarta Sandiga Un ke Pasar Perumas Klender, Jakarta Timur, yang disambut dengan aksi demo oleh para pedagang pasar tersebut.

Adi mengatakan aksi demo yang dilakukan kepada Sandi panggilan akrab Sandiaga Uno bagian penyampaian aspirasi yang harus direspon positif.

"Itu bukan demo tapi lebih mengarah pada penyampaian aspirasi. Sebab saya  menamani Pak Sandi langsung diskusi dengan para pendemo semuanya baik-baik saja. Bahkan mereka bilang mendukung program Ok Oce Pak Sandi," ungkap Adi kepada MONITOR.

Dikatakan Adi, saat ini sebenarnya para pedagang khususnya PKL mendukung penataan pedagang yang sedang digalakkan Pemprov DKI

“Hanya saja saya menyarankan jangan sampai keberadaan PKL justru mengganggu kepentingan umum karena mereka berjualan di ruang publik,” kata Adi

Adi mengharapkan ruang publik di Jakarta Timur, seperti pedestrian, taman dan jalan raya harus terbebas dari PKL. “Solusinya ya harus ada lokasi penampungan yang layak dan strategis supaya mereka tidak lagi berdagang di lokasi terlarang,” ujar Adi.

Diketahui, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Sandiaga Uno bersepeda dari rumahnya di daerah Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, menuju Pasar Perumnas Klender, Jakarta Timur, bersama Wali Kota Jakarta Timur Bambang Musyawardana dan Ketua DPC Partai Gerindra Jakarta Timur, Adi Kurnia Setiadi, Jumat, (2/3)

Ketika tiba di pasar, sejumlah PKL melancarkan protes terhadap Sandiaga karena direlokasi ke dalam pasar. “Tadi sempat mampir di Pasar Perumnas Klender, kami dialog dengan pedagang kaki lima yg sudah kami tata dengan baik. Ada yang masih belum bisa menerima, tapi tadi ada dialog dengan Dirut PD Pasar Jaya. Kami harapkan ada solusi ke depan,” kata Sandi.

Sandi menjelaskan, pedagang Pasar Perumnas Klender sudah 20 tahun mengokupasi badan jalan. Warga sekitar merasa keberatan karena keberadaan mereka menghalangi sinar matahari.

Akhirnya, pedagang direlokasi ke dalam pasar. Para pedagang protes dengan relokasi tersebut. Sandiaga mengatakan, para pedagang lama-lama akan menerima hal itu.

“Kami bersama-sama Pak Wali, Pak Camat, Pak Lurah, sepakat sama warga, akhirnya direlokasi ke lantai 1 dan 2. Diharapkan jadi sebuah penataan yang pelan-pelan diterima juga oleh para pedagang,” pungkas Sandi.

Recent Posts

Mengemas Pembelajaran Bermakna: Inovasi dan Kreativitas Guru Kabupaten Lebak dalam Pelatihan Pembelajaran Mendalam di BPMP Banten

Oleh:Wida Evilia, S.Pd.Upaya meningkatkan mutu pendidikan nasional terus dilakukan melalui berbagai program penguatan kompetensi guru.…

9 jam yang lalu

Kemenag Seleksi Calon Anggota Majelis Masyayikh 2026–2031, Perkuat Mutu Pendidikan Pesantren

MONITOR, Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Pesantren melanjutkan proses seleksi Bakal Calon Anggota…

22 jam yang lalu

Kementan Tegaskan Pelaku Perunggasan Komitmen Lakukan Perbaikan Harga Ayam Broiler

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat upaya menjaga keseimbangan sektor perunggasan nasional di…

1 hari yang lalu

HKTI Lumajang Kawal Ketat LP2B, Tegaskan Tak Boleh Ada Alih Fungsi Lahan Produktif

MONITOR, Lumajang – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Lumajang menegaskan komitmennya mengawal implementasi kebijakan…

1 hari yang lalu

3 Negara Diguncang Gempa Hebat, Puan Sampaikan Simpati dan Tekankan Perlindungan WNI

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan rasa simpati atas musibah bencana gempa…

2 hari yang lalu

Menhaj Buka IEE 2026, Tegaskan Transformasi Haji dan Umrah Harus Berpihak kepada Jemaah

MONITOR, Jakarta - Menteri Haji dan Umrah Moch. Irfan Yusuf menegaskan transformasi penyelenggaraan haji dan umrah…

2 hari yang lalu