MONITOR, Yogyakarta – Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Perdagangan (BPPP) Kasan mengatakan, lebih dari 50 persen tujuan ekspor Indonesia masih didominasi oleh negara ekspor tradisional Amerika Utara, Eropa dan Asia Timur.
Untuk itu, kata dia, Kementerian Perdagangan berupaya menembus pasar nontradisional seperti Afrika, Timur Tengah, Eurasua, Amerika Latin dan Asia Selatan.
"Jumlah penduduk dan potensi peningkatan daya beli masyarakat Timur Tengah yang cukup besar seiring dengan tren peningkatan harga minyak dunia harus kita lihat sebagai peluang positif dalam perluasan akses pasar ekspor," kata Kasan dalam Diseminasi Hasil Pengkajian dan Pengembangan di Sektor Perdagangan, di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Gajah Mada, Kamis (1/3).
Dengan begitu, lanjut Kasan, Timur Tengah sebagai wilayah yang memiliki potensi pasar yang besar untuk ekspor makanan olahan. Hal tersebut dikarenakan pertumbuhan ekonomi di kawasan tersebut lebih dari 3 persen di tahun 2017 dan 2018.
MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) akan membuka pendaftaran peserta Program Pemagangan Nasional (MagangHub) Angkatan…
MONITOR, Jakarta — Sebagai wujud kepedulian sosial dan solidaritas kemanusiaan, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj)…
MONITOR, Jakarta - Indonesia tidak cukup hanya mengandalkan kelimpahan sumber daya alam untuk mengejar pertumbuhan…
MONITOR, Banda Aceh — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) melalui Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Banda…
MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama menyatukan berbagai organisasi profesi guru lintas agama dalam Konfederasi Organisasi…
MONITOR, Palu - Forum Mahasiswa Indonesia Timur (FORMIT) menggalang dana untuk membantu masyarakat terdampak bencana…