Categories: BERITAMEGAPOLITAN

Tak Hanya Tanah Abang, Penataan PKL di Melawai juga Menuai Protes

MONITOR, Jakarta – Kebijakan Pemprov DKI dalam penataan Pedagang Kaki Lima (PKL) di Ibukota, ternyata banyak menuai protes. Belakangan diketahui, ternyata bukan hanya penataan PKL di Tanah Abang saja yang di persoalkan. Penataan PKL di Jakarta Selatan tepatnya di trotoar Melawai pun mengundang pro dan kontra.

Anggota DPRD Jakarta dari Fraksi Hanura, Wahyu Dewanto, mengatakan keputusan Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno untuk menampung pedagang kaki lima (PKL) di trotoar Melawai, Jakarta Selatan, harus dipikir ulang. Pasalnya, kawasan yang bersebelahan dengan Blok M itu layak dijadikan proyek percontohan transit oriented development (TOD) jika pembangunan Mass Rapid Transit (MRT) sudah rampung.

“Diskresi penampungan PKL di trotoar Jl Raya Melawai berpotensi blunder ketika suatu saat pemprov akan mengambil alih kembali untuk mendukung TOD,” ujar Wahyu di Gedung DPRD Jakarta, Jalan Kebon Sirih Jakarta Pusat, Kamis (1/3).

Kata Wahyu, sayang sekali kalau kawasan yang berpotensi untuk didorong menjadi percontohan TOD, malah digunakan untuk penampungan PKL.

"Itu sama saja bikin semrawut dan kumuh kawasan itu sendiri,” tegas Wahyu.

Keberadaan TOD, kata Wahyu, membutuhkan kemudahan akses bagi pejalan kaki.

“Saya sangat menyesalkan jika kawasan itu penuh PKL yang berpotensi menimbulkan kesemrawutan,” ujar Wahyu sambil mencontohkan penataan pedagang kelontong di Tokyo yang jauh lebih tertib dibanding Jakarta.

“Di sana, pedagang kelontong yang identik dengan PKL di sini, disediakan fasilitas berdagang di setiap blok. Pedagang kecil tetap dibantu oleh pemda setempat melalui koperasi sehingga tidak terjadi monopoli pihak tertentu,” sambungnya.

Wahyu menyarankan wagub dan instansi terkait belajar penataan pedagang di Tokyo.

“PKL di Tokyo diatur sedemikian rupa agar tidak bersinggungan dengan pertokoan atau kantor resmi lain. Pengaturan juga dimaksudkan agar pejalan kaki tidak terganggu,” harap Wahyu.

Jadi sebaiknya, kata dia, Sandiaga meninjau kembali kebijakan soal PKL di Melawai.

Menurutnya, eksekusi  jangan sampai mengulangi kesalahan dari penataan PKL Tanah Abang yang sangat merugikan masyarakat luas karena Jalan Raya Jatibaru ditutup untuk menampung PKL.

“Nyatanya meski ratusan PKL sudah ditampung di jalanan, tapi trotoarnya juga masih semrawut karena pedagang dari luar ikut nimbrung,” ungkapnya.

Wahyu juga mempertanyakan keberadaan PKL yang mengokupasi Jalan Asia Afrika, Senayan, yang hingga kini terkesan dibiarkan sehingga jumlah mereka setiap hari cenderung bertambah. Padahal, keberadaan mereka jelas merugikan pejalan kaki dan pengguna lalu lintas.

“Apa kondisi seperti ini mau dibiarkan berlarut-larut? Apa ini ada diskresinya?” tanya Wahyu.

Recent Posts

1024 Atlet Domino Serbu Jakarta, JDT 2026 Gerakkan Ekonomi hingga Rp6 Miliar

MONITOR, Jakarta – Jakarta Domino Tournament (JDT) 2026 Series 2 tidak hanya menjadi panggung kompetisi…

1 jam yang lalu

Mengemas Pembelajaran Bermakna: Inovasi dan Kreativitas Guru Kabupaten Lebak dalam Pelatihan Pembelajaran Mendalam di BPMP Banten

Oleh:Wida Evilia, S.Pd.Upaya meningkatkan mutu pendidikan nasional terus dilakukan melalui berbagai program penguatan kompetensi guru.…

16 jam yang lalu

Kemenag Seleksi Calon Anggota Majelis Masyayikh 2026–2031, Perkuat Mutu Pendidikan Pesantren

MONITOR, Jakarta – Kementerian Agama (Kemenag) melalui Direktorat Pesantren melanjutkan proses seleksi Bakal Calon Anggota…

1 hari yang lalu

Kementan Tegaskan Pelaku Perunggasan Komitmen Lakukan Perbaikan Harga Ayam Broiler

MONITOR, Jakarta – Kementerian Pertanian (Kementan) terus memperkuat upaya menjaga keseimbangan sektor perunggasan nasional di…

2 hari yang lalu

HKTI Lumajang Kawal Ketat LP2B, Tegaskan Tak Boleh Ada Alih Fungsi Lahan Produktif

MONITOR, Lumajang – Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kabupaten Lumajang menegaskan komitmennya mengawal implementasi kebijakan…

2 hari yang lalu

3 Negara Diguncang Gempa Hebat, Puan Sampaikan Simpati dan Tekankan Perlindungan WNI

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan rasa simpati atas musibah bencana gempa…

2 hari yang lalu