MONITOR, Jakarta – Banyaknya kepala daerah yang terciduk Operasi Tangkap tangan (OTT) KPK membuat Majelis Ulama Indonesia (MUI) prihatin. Waketum MUI Zainut Tauhid Saadi menyatakan, sejauh ini jumlah keseluruhan kepala daerah di Indonesia hampir sepertiganya berurusan dengan lembaga anti rasuah (KPK).
Hal ini, kata dia, menunjukkan betapa rapuhnya moral para pejabat publik Indonesia sehingga cepat tergoda dengan tawaran dan iming-iming kemewahan dunia. Ia menambahkan, yang lebih tragis adalah kebanyakan mereka yang terkena OTT KPK rata-rata merupakan pejabat petahana yang ingin maju kembali bertarung di Pilkada 2018.
"Artinya uang dari hasil kejahatan korupsinya itu akan digunakan untuk modal kampanye dan membeli suara rakyat agar dapat memenangkan Pilkada kembali," ujar Zainut dalam keterangan tertulis yang diterima MONITOR, Senin (19/2).
Politisi PPP ini menyatakan, praktik politik uang adalah bentuk kejahatan politik yang sangat keji karena dampak dari hal tersebut akan melahirkan pemimpin koruptif, pragmatis dan manipulatif yang hanya berorientasi pada kepentingan pribadi dan kelompoknya dari pada untuk kepentingan bangsa dan negara.
"Karena selain merugikan keuangan negara juga berdampak pada hancurnya sendi-sendi kehidupan berbangsa dan bernegara," tegasnya.
Untuk itu, MUI mengimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia agar dalam pemilukada serentak tahun 2018 memilih pemimpin yang jujur, adil, dan amanah serta menghindari praktik politik uang.
MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan belasungkawa menyusul meninggalnya 5 orang peserta…
Oleh: Zizah Nurazizah (Mahasiswa Magister Manajemen Pendidikan Universitas Pamulang) Dunia pendidikan kita hari ini sedang…
MONITOR, Jakarta – Indonesia Police Watch (IPW) menilai polemik terkait penempatan pengacara Razman Arif Nasution…
MONITOR, Jakarta — Memasuki hari operasional ke-71 penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M, Selasa (30/6/2026), Kemenhaj…
MONITOR, Jakarta - Ketua Dewan Nasional SETARA Institute, Hendardi, mengkritik kebijakan pemerintah yang melibatkan taruna…
MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menanggapi soal kasus dugaan intimidasi yang dilakukan…