Categories: NASIONALPOLITIK

PKPI dan PBB Dinyatakan Tidak Lolos Verifikasi, ini Penyebabnya

MONITOR, Jakarta – Dua partai politik PKPI dan PBB dinyatakan Tidak Memenuhi Syarat (TMS) sebagai peserta kontestasi pada pemilu 2019. Keduanya dinilai gugur oleh KPU karena alasan teknis, yaitu tidak memenuhi syarat verifikasi faktual di tingkat DPP, Provinsi, dan Kabupaten/ Kota menurut aturan PKPU No. 11 Tahun 2017.

"Partai-partai ini dinyatakan tidak memenuhi syarat," kata Ketua KPU Arief Budiman pada saat acara Rekapitulasi Nasional Hasil verifikasi dan penetapan parpol peserta pemilu di Hotel Mercure, Jakarta Pusat, Sabtu (17/2).

Adapun partai PBB dinyatakan tidak lolos verifikasi faktual karena terkendala keanggotaan yang tidak mencapai syarat 75 persen di dua Provinsi, Sumatera Utara (Sumut) dan Papua Barat. 

Rinciannya, ada tujuh kepengurusan PBB di wilayah Sumut yang TMS. Meliputi Kabupaten Humbang Hasuhutan, Karo, Nias Barat, Samosir, Serdang Bedegai, Tapanuli Utara, dan Toba Samosir. Sedangkan di Provinsi Papua Barat, PBB tidak memenuhi syarat di Kabupaten Manokwari Selatan.

"Kesimpulan status PBB secara nasional dinyatakan tidak memenuhi syarat," kata Anggota KPU Wahyu Setiawan.

Sementara untuk partai PKPI dinyatakan TMS terkait masalah kepengurusan dan keanggotaan di tingkat kabupaten/kota. Khususnya, terkait keanggotaan di provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah dan Jawa Timur.

"Status kepengurusan PKPI sekurangnya 50 persen jumlah kecamatan pada 75 persen jumlah kab/kota dinyatakan TMS pada beberapa daerah," ungkap Wahyu.

Kemudian bagi parpol yang memenuhi syarat sebagai peserta pemilu, selanjutnya akan menjalani tahapan Pengundian dan Penetapan Nomor Urut Partai Politik Peserta Pemilu 2019, pada Minggu (18/2) besok.

Sementara, bagi parpol yang tidak memenuhi syarat, dapat menempuh sejumlah langkah sebagaimana yang telah diatur dalam UU KPU Pasal 47 Nomor 6 Tahun 2018 tentang pendaftaran, verifikasi dan penetapan parpol peserta Pemilu 2019. 

Recent Posts

HUT Bhayangkara ke-80: Analis: Kepercayaan Publik Jadi Modal Kuat Polri Kawal Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur

MONITOR, Jakarta - Memperingati Hari Bhayangkara ke-80, analis intelijen, pertahanan, dan keamanan, Dr. Ngasiman Djoyonegoro…

2 menit yang lalu

Puan Imbau Latihan Calon Manajer Kopdes Merah Putih Fokus Pada Manajerial Saja

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan belasungkawa menyusul meninggalnya 5 orang peserta…

14 jam yang lalu

Menghidupkan Kembali ‘Roh’ Keikhlasan Guru di Tengah Badai Administrasi Digital

Oleh: Zizah Nurazizah (Mahasiswa Magister Manajemen Pendidikan Universitas Pamulang) Dunia pendidikan kita hari ini sedang…

19 jam yang lalu

IPW: Penempatan Razman di Lapas Cipinang Sudah Sesuai Prosedur dan Pertimbangan Medis

MONITOR, Jakarta – Indonesia Police Watch (IPW) menilai polemik terkait penempatan pengacara Razman Arif Nasution…

20 jam yang lalu

Kemenhaj Fokus Kawal 5 Persen Jemaah Haji Terakhir di Madinah, Pastikan Layanan Optimal

MONITOR, Jakarta — Memasuki hari operasional ke-71 penyelenggaraan ibadah haji 1447 H/2026 M, Selasa (30/6/2026), Kemenhaj…

21 jam yang lalu

SETARA Institute Kritik Pelibatan Taruna Akmil di Sekolah Rakyat: Jangan Normalisasi Multifungsi TNI di Ruang Pendidikan

MONITOR, Jakarta - Ketua Dewan Nasional SETARA Institute, Hendardi, mengkritik kebijakan pemerintah yang melibatkan taruna…

22 jam yang lalu