Categories: NASIONALPOLITIK

Alasan Fahri Hamzah Tolak Keras Pasal Penghinaan Presiden Masuk RUU KUHP

MONITOR, Jakarta – Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI kini tengah merampungkan Revisi Undang-Undang KUHP (RUU KUHP). Salah satu opsi yang hingga kini masih menjadi perdebatan yakni memasukkan pasal penghinaan presiden kedalam RUU tersebut.

Mengomentari hal itu, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menilai, pasal penghinaan presiden tidak diperlukan untuk masuk dalam RUU KUHP, mengingat pasal tersebut pernah dibatalkan oleh Mahkamah Konstitusi (MK).

"Enggak perlu dimasukkan lagi, manusia itu bukan simbol negara. Simbol negara itu burung garuda, bendera merah putih. Itu yang enggak boleh dihina," kata Fahri di Komplek Parlemen, Jakarta, Jumat (2/2).

Ya, pada 4 Desember 2006 silam, MK melalui putusan No. 013-022/PUU-IV/2006 membatalkan pasal serupa dengan alasan berpotensi menimbulkan ketidakpastian hukum dan rentan manipulasi.

Menurut Fahri, sah-sah saja seseorang menggkritik presiden dengan cara apapun, mengingat presiden adalah objek kritik. Sehingga dapat melapor secara pribadi ketika merasa dihina tanpa harus masuk dalam UU secara khusus.

"Saya pribadi dihina, lalu ada yang bilang, 'jangan! dia lambang negara', enggak bisa gitu dong," kata Fahri seraya berpesan agar tak ada lagi pensakralan terhadap presiden.

Recent Posts

Hadiri Peringatan Hari Bhayangkara 2026, Puan: Polri Harus Terus Buktikan Komitmen Sebagai Pelayan Masyarakat

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menghadiri upacara peringatan ke-80 Hari Bhayangkara Tahun…

3 jam yang lalu

Kasus Dokter di NTT, Komisi IX DPR: Tenaga Kesehatan Harus Dilindungi dari Intimidasi dan Didukung Kesehatan Jiwanya

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI, Netty Prasetiyani Aher, menyampaikan duka cita mendalam…

3 jam yang lalu

DPR Desak Pemerintah Konkretkan Formula Pembiayaan PPPK di Daerah Melalui APBN

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi II DPR Muhammad Khozin meminta pemerintah pusat untuk segera mengkonkretkan…

5 jam yang lalu

HUT Bhayangkara ke-80: Analis: Kepercayaan Publik Jadi Modal Kuat Polri Kawal Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur

MONITOR, Jakarta - Memperingati Hari Bhayangkara ke-80, analis intelijen, pertahanan, dan keamanan, Dr. Ngasiman Djoyonegoro…

12 jam yang lalu

Puan Imbau Latihan Calon Manajer Kopdes Merah Putih Fokus Pada Manajerial Saja

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan belasungkawa menyusul meninggalnya 5 orang peserta…

1 hari yang lalu

Menghidupkan Kembali ‘Roh’ Keikhlasan Guru di Tengah Badai Administrasi Digital

Oleh: Zizah Nurazizah (Mahasiswa Magister Manajemen Pendidikan Universitas Pamulang) Dunia pendidikan kita hari ini sedang…

1 hari yang lalu