MONITOR, Jakarta – Pemprov DKI memperlihatkan kelemahannya setelah didemo sopir angkutan Mikrolet jurusan Tanah Abang. Ini terlihat dari sikap Wakil Gubernur Jakarta Sandiaga Uno yang sudah mau melakukan komunikasi dengan para sopir Mikrolet.
Sandiaga Uno pun menerima perwakilan supir mikrolet, Rabu (31/1). Mereka mengaku keberatan dengan kebijakan Pemprov DKI yang menjadikan jalan Raya Jati Baru untuk berjualan Pedagang Kaki Lima (PKL).
Dalam pertemuan tersebut, Sandi panggilan akrab Sandiaga Uno dengan khusu, mendengarkan semua aspirasi dari para sopir.
Dikatakan Sandi, para sopir angkot menyepakati perlunya perhatian terhadap pedagang kaki lima (PKL) serta pengguna trotoar. Namun demikian, mereka juga ingin ada rasa keadilan bagi sopir angkot.
"Tadi kita juga membahas soal operasional bus Tanah Abang Explorer," ujar Sandi, usai menerima perwakilan sopir angkot Tanah Abang di Balai Kota DKI Jakarta, Rabu (31/1).
Dijelaskannya, masukan dari perwakilan sopir angkot yang sudah diterimanya akan didiskusikan lebih lanjut dengan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) terkait untuk mencari solusi terbaik. "Kebijakan yang kita ambil harus mempertimbangkan skala prioritas," katanya.
Sandi memastikan, Pemprov DKI Jakarta akan bergerak cepat untuk memberikan solusi terbaik dan memenuhi rasa keadilan yang diinginkan.
"Nanti kami akan agendakan kembali perwakilan sopir angkot Tanah Abang," pungkasnya.
MONITOR, NTT - Kementerian Agama menyalurkan bantuan berupa 1.000 school kit dan 16 Temporary Learning Space…
MONITOR, Jakarta - Dalam upaya memperkuat kerja sama akademik internasional dan pemahaman lintas budaya, Universitas…
MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa bumi…
MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memfasilitasi mediasi antara mitra pemasaran selaku…
MONITOR, Medan — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Kementerian UMKM) memperkuat ekosistem kewirausahaan melalui…
MONITOR, Jakarta - Ambisi Indonesia memperluas kawasan konservasi laut hingga 97,5 juta hektare pada 2045…