MONITOR, Jakarta – Pihak Lion Air membenarkan, telah terjadi pembatalan penerbangan yang belakangan membuat para penumpang marah di Bandara Internasional Kualanamu, Senin (29/1) kemarin.
Ya, sebelumnya beredar di media sosial, sebuah video yang menunjukkan para penumpang Wings Air mengamuk di Bandara Kualanamu. Dalam video tersebut nampak petugas perwakilan maskapai menjadi sasaran amuk penumpang yang emosi.
(Baca: Viral, Beredar Video Penumpang Wings Air Tiba-tiba Mengamuk di Bandara Kualanamu)
Menjelaskan duduk persoalan, Corporate Communication Lion Air Group Ramaditya Handoko mengatakan, pembatalan nomor penerbangan IW 1260 yang melayani rute Kualanamu-Gunung Sitoli tersebut lantaran operation hours bandara tujuan telah berakhir.
"Pada 29 Januari 2018 Wing Air dengan nomor penerbangan IW 1260 yang melayani rute Kualanamu menuju Gunung Sitoli terpaksa mengalami postponed flight. Hal tersebut terjadi dikarenakan operating hours di bandara tujuan hanya sampai Jam 16.00, dan tidang memungkinkan untuk tetap diberangkatkan," kata Ramaditya saat dihubungi MONITOR, Selasa (29/1).
Lebih lanjut ia menjelaskan, sebagai gantinya, 70 penumpang yang penerbangannya batal tersebut diberangkatkan pada keesokan harinya pukul 05.30 WIB.
"Manajemen Lion Air Group menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan ini, dan telah memberikan kompensasi akan hal ini sesuai regulasi yang berlaku," pungkasnya.
MONITOR, NTT - Kementerian Agama menyalurkan bantuan berupa 1.000 school kit dan 16 Temporary Learning Space…
MONITOR, Jakarta - Dalam upaya memperkuat kerja sama akademik internasional dan pemahaman lintas budaya, Universitas…
MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa bumi…
MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memfasilitasi mediasi antara mitra pemasaran selaku…
MONITOR, Medan — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Kementerian UMKM) memperkuat ekosistem kewirausahaan melalui…
MONITOR, Jakarta - Ambisi Indonesia memperluas kawasan konservasi laut hingga 97,5 juta hektare pada 2045…