Categories: DAERAHJAWA TIMUR

Kementan Pastikan Stok dan Harga Pangan di Kota Malang Cukup dan Stabil

MONITOR, Malang – Menjelang akhir tahun 2017,  fenomena kenaikan harga pangan sering terjadi di beberapa daerah, sehingga dapat memicu terjadinya inflasi. Kota Malang, Jawa Timur adalah salah satu wilayah yang mendapat perhatian Badan Ketahanan Pangan (BKP), Kementerian Pertanian untuk dilakukan pemantauan dan pengendalian harga. 

Kepala Pusat Penganekaragaman Konsumsi dan Keamanan Pangan, BKP, Tri Agustin mengatakan ketersediaan komoditas pangan pokok/strategis nasional seperti Beras, Jagung, Minyak Goreng, Bawang Merah, Cabai (Besar dan Rawit), Daging dan Telur Ayam Ras surplus, namun Kedelai dan Daging Sapi masih defisit, sehingga dipenuhi dari Impor. 

Ketersediaan produksi Gula Pasir defisit, namun masih bisa dipenuhi dari carry over produksi bulan sebelumnya (surplus) sehingga sampai akhir tahun 2017 kebutuhan gula aman. 

"Kekurangan daging sapi sudah diantisipasi dengan penyediaan daging sapi/kerbau sekitar 70,66 ribu ton, terdiri dari sapi siap potong lokal 173,99 ribu ekor setara 29,60 ribu ton, sapi siap potong eks-impor 55,29 ribu ekor setara 11,0 ribu ton, stok daging sapi di 57 gudang importir 11,25 ribu ton, stok daging kerbau di Bulog 18,81 ribu ton," kata Tri Agustin seusai melakukan pemantauan di Pasar Besar Kota Malang, Jum'at (29/12).

"Dengan total kebutuhan bulan Desember sekitar 50,5 ribu ton, masih terdapat surplus sekitar 20,18 ribu ton," tambah Tri. 

Sedangkan Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Malang, Sri Winarni mengatakan, meskipun Kota Malang bukan wilayah produsen pangan, namun pasokan pangan diakhir tahun dapat dipenuhi dari wilayah sekitar seperti Beras dari Kabupaten Malang, Blitar, Lamongan, Kediri, dan Jombang. 

Cabai dari Kabupaten Malang, Kediri, dan probolinggo;  Telur dari Blitar; dan ayam dari Blitar serta Kediri
 
"Kami melakukan pemantauan dan melaporkan perkembangan harga pangan, serta hambatan distribusi dan jumlah stok bersama-sama dengan instansi terkait di Kota Malang," ujar Sri Winarni.

Dari hasil pantauan di Pasar Besar Kota Malang, kondisi harga pangan pokok adalah  Beras Medium Rp 10.000/kg; Telur Rp 23.500/kg; Cabai Rawit Ro 30.000/kg; cabai merah keriting Rp 32.000/kg; cabai besar Rp 24.000/kg; Daging Ayam Rp 33.000/kg; Daging Sapi Rp 115.000/kg, Bawang Merah Rp 23.000/kg; Bawang Putih Rp 17.000/kg; gula pasir Rp 11.000/kg; minyak goreng Rp 11.500/kg.

Harga tersebut pada umumnya stabil bahkan turun dibanding seminggu lalu kecuali beras dan daging ayam yg mengalami kenaikan namun masih dalam batas wajar. Diperkirakan memasuki tahun 2018, harga akan lebih stabil, karena pasokan bertambah dan permintaan kembali normal  pasca libur natal dan libur nasional.

Recent Posts

Kemnaker Perkuat Kompetensi dan Pelindungan Pekerja Hadapi Perubahan Dunia Kerja

MONITOR, Jakarta — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) terus memperkuat kompetensi dan pelindungan pekerja sebagai respons terhadap…

15 jam yang lalu

Kemenag Salurkan 1.000 School Kit dan 16 Ruang Belajar Sementara untuk Madrasah di NTT

MONITOR, NTT - Kementerian Agama menyalurkan bantuan berupa 1.000 school kit dan 16 Temporary Learning Space…

16 jam yang lalu

Universitas Islam Depok dan Hartford International University USA Jalin Kemitraan Perkuat Dialog Antarumat dan Akademik

MONITOR, Jakarta - Dalam upaya memperkuat kerja sama akademik internasional dan pemahaman lintas budaya, Universitas…

2 hari yang lalu

Jasa Marga Salurkan Bantuan untuk Masyarakat Terdampak Gempa NTT

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk menyalurkan bantuan bagi masyarakat terdampak gempa bumi…

3 hari yang lalu

Kemenhaj Mediasi Pengaduan Penundaan Keberangkatan dan Pengembalian Dana Jemaah

MONITOR, Jakarta — Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI memfasilitasi mediasi antara mitra pemasaran selaku…

3 hari yang lalu

Bursa Wirausaha Unggulan Buka Akses UMKM Naik Kelas

MONITOR, Medan — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (Kementerian UMKM) memperkuat ekosistem kewirausahaan melalui…

3 hari yang lalu