Categories: NASIONALPEMERINTAHAN

Mentan Bangga Indonesia Sudah Tidak Impor Jagung Lagi

MONITOR, Kendari – Menteri Pertanian Amran Sulaiman, mengharapkan masyarakat berbangga, karena Indonesia sudah bisa melakukan swasembada jagung dan tidak lagi harus mengimpor dari negara produsen.

"Dengan kita tidak mengimpor jagung lagi tahun ini, maka ini merupakan prestasi yang terbaik terutama bagi petani Indonesia," ungkap Amran Sulaiman, saat melakukan panen jagung di Desa Tolano, Kecamatan Labandia, Kabupaten Kolaka Timur atau sekitar 135 kilometer arah selatan dari Kota Kendari Sulawesi Tenggara (Sultra).

Pernyataan Mentan Amran Sulaiman, disampaikan Kadis Pertanian Sultra melalui Kabid Prasarana dan Sarana Dinas Pertanian Sultra, Sukirman, saat ikut mendampingi menteri.

Sukirman mengatakan kehadiran Mentan Amran Sulaiman bersama petinggi TNI di Kolaka Timur, sekaligus melakukan Rapat Koordinasi dengan intansi terkait dalam rangka untuk mengetahui secara pasti program pertanian dalam arti luas di wilayah Sultra khususnya menghadapi pergantian musim yang tidak menentu dan kerap terjadi di sejumlah daerah di tanah air.

Menurutnya, kunjungan Mentan tersebut, juga dihadiri Asisten Teritorial (Aster Kasad), anggota DPR RI, Kasdam, Pelaksana Tugas Gubernur HM Saleh Lasata, Bupati/Walikota, Dandim dan Dinas Pertanian seprovinsi Sultra.

"Amran Sulaiman mengatakan, kita harusnya berbangga, karena hari ini kita sudah bisa melakukan swasembada jagung dan tidak lagi mengimpor jagung. Dan ini adalah prestasi petani Indonesia," ungkap Sukirman mengutip pernyataan Menteri.

Dikatakannya, Indonesia telah menunjukkan kepada dunia bahwa kita sudah memberikan pakan tanpa harus impor.

"Khusus petani di Kolaka Timur dan sejumlah kabupaten di sultra, kata Menteri Amran dalam waktu singkat akan tambah bantuan bibit jagung beserta, termasuk memberi bantuan 7.000 Ha untuk bibit jagung di Koltim," ungkapnya.

Selain itu juga menteri menghimbau agar harga jagung di tingkat petani tidak ada lagi di bawah standar yang sudah ditentukan yakni Rp3.150 per kilogram, meskipun kenyataan di lapangan masih ada yang menjual di bawah itu.

Mentan juga menghimbau kepada Bulog agar wajib hukumnya membeli jagung petani dengan harga Rp 3.150 per kilogram sebab itu merupakan intruksi dari Presiden Joko Widodo sendiri.

"Saya perintahkan kepada kepala dinas agar menemui Bulog dan cari harga Rp 3.150 per kilogram untuk harga jagung," pungkasnya.

Rangkaian kunjungan kerja Mentan ke Kolaka Timur setelah melakukan dialog dengan petani Lada di desa tersebut.

Recent Posts

Dirjen Haji: Petugas yang Abaikan Jemaah Demi Ibadah Pribadi Akan Dipulangkan!

MONITOR, Jakarta - Menjadi petugas haji bukan sekadar perjalanan spiritual, tetapi juga amanah besar yang…

2 jam yang lalu

Rakor Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Bahas Ma’hadisasi PTKI

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama menggelar Rapat Koordinasi Tingkat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) secara…

4 jam yang lalu

Kemenag Luncurkan Joyful Ramadan Mubarak, Usung Misi Ibadah Menggembirakan

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama meluncurkan program Joyful Ramadan Mubarak 1447 H/2026 M. Program ini…

5 jam yang lalu

Ini Daftar 8 Calon Anggota BAZNAS 2025-2030 yang Disetujui DPR RI

MONITOR, Jakarta - Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) menyetujui laporan Komisi VIII DPR…

9 jam yang lalu

Kemenperin Perkuat SDM Industri Lewat Essay Contest Hiroshima University

MONITOR, Jakarta - Kementerian Perindustrian (Kemenperin) Republik Indonesia terus memperkuat pengembangan sumber daya manusia (SDM)…

10 jam yang lalu

Dukung Pembangunan Berkelanjutan, Kemenag Usung Konsep Green Halal

MONITOR, Jakarta - Kementerian Agama ingin jaminan produk halal (JPH) tidak hanya berorientasi pada sertifikasi…

11 jam yang lalu