MONITOR Washington – Perang dingin antara Amerika Serikat dan Korea Utara kembali memanas. Baru-baru ini, AS menuduh Korut melancarkan serangan besar-besaran WannaCry, virus berbahaya yang berdampak pada sekitar 300.000 komputer di 150 negara beberapa bulan lalu.
AS mencurigai Korea Utara sebagai dalang di balik virus komputer dan ransomware, yang meminta pembayaran untuk mengembalikan akses. Sebelumnya, mereka juga dituduh negara-negara seperti Inggris.
"Serangan itu menyebar luas dan menghabiskan biaya miliaran, dan Korea Utara bertanggung jawab secara langsung. Kami tidak membuat tuduhan ini secara gegabah. Ini berdasarkan bukti," ujar Penasihat Keamanan Dalam Negeri Tom Bossert.
Salah satu komputer yang terdampak adalah milik Badan Kesehatan Nasional Inggris (NHS), perusahaan telekomunikasi Spanyol Telefonica dan perusahaan logistik AS FedEx.
“Gangguan ini mengancam sejumlah nyawa,” tulis Bossert.
WannaCry menyebar luas secara cepat di dunia karena memanfaatkan celah pada Windows XP yang merupakan versi lama yang sudah tidak mendapat pembaruan dari Microsoft.
MONITOR, Lampung – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mengapresiasi peran Unit Kemasan Bersama (UKB)…
MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Sukamta menyampaikan belasungkawa atas gugurnya Praka…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Abdullah menyoroti praktik penagihan utang oleh pihak…
MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi III DPR RI, Sarifuddin Sudding menyoroti insiden tewasnya seorang pelajar…
MONITOR, Ciputat - Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menorehkan capaian strategis dalam penguatan…
MONITOR, Denpasar — Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus mempertegas komitmennya dalam memperkuat sektor…