Categories: DAERAHSUMATERA

Urai Kemacetan, Pemerintah Rencanakan Bangun Jembatan Layang di Palembang

MONITOR,  Palembang – Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) merencanakan pembangunan jalan layang (fly over) di Kota Palembang, Sumatera Selatan tepatnya di simpang Jalan Angkatan 66 pada tahun 2019 mendatang.

Kepala Satuan Kerja Pembangunan Jalan Metropolitan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional V PUPR, Demsi Saad, di Palembang, Senin (18/12), mengatakan, pemerintah pusat bekerja sama dengan Pemerintah Kota Palembang merencanakan akan membangun satu lagi jalan layang/fly over (FO) untuk mengurai kemacetan di kawasan itu.

"Fly over di Simpang Angkatan 66 itu sudah masuk rencana 2019. Namun karena baru sebatas rencana belum bisa menyampaikan detailnya. Mengenai biaya, kalau nanti tidak dianggarkan pusat maka sudah semestinya pemerintah daerah yang menganggarkan," jelasnya.

Pada tahun ini, Pemkot Palembang bersama Pemerintah Provinsi Sumsel dan pemerintah pusat juga tengah melaksanakan pembangunan FO di Simpang Bandara SMB II dan Simpang Keramasan kota Palembang.

Demsi mengatakan, kedua FO itu ditargetkan selesai pada 30 Maret 2018 mendatang atau sebelum pelaksanaan Asian Games XVIII pada Agustus 2018.

"Sejauh ini tidak ada kendala yang berarti, hanya saja untuk FO di Simpang Bandara itu bakal sedikit molor karena dampak perebutan lahan waktu itu, maka saat ini tengah dilakukan pembebasannya, jadi akan sedikit mundur sekitar 1,5 bulan," kata Demsi.

Sedangkan untuk FO Keramasan, menurutnya, sama sekali tidak ada kendala.

Pembangunan FO di Simpang Keramasan, menurutnya, sejauh ini progres pembangunan sudah mencapai 58 persen untuk keuangan, dan fisiknya telah mencapai 65,6 persen.

"FO ini dikerjakan oleh PT Waskita Karya dengan target penyelesaian pada 30 Maret 2018. Progres ini bakal menghabiskan total dana sekitar Rp236 miliar, pembangunan di tahun 2016 itu sudah menghabiskan sekitar Rp66,9 miliar, sedangkan 2017 ini sudah mengeluarkan dana Rp114,9 miliar," katanya.

Demsi menambahkan, FO Simpang Keramasan ini memiliki panjang 650 meter. Saat ini dalam tahap pengerjaan lantai jembatan sebanyak 2 span dari 7 span yang ukurannya lebih kurang 20 meter.

"Tidak ada masalah sesuai target. Konsepnya sama dengan FO Simpang Bandara, hanya lebih panjang saja," pungkasnya.

Recent Posts

Dari Teh hingga Agrowisata, Dana Bergulir LPDB Perkuat Bisnis Puskopkar PTPN VIII

MONITOR, Jakarta - Pusat Koperasi Karyawan (Puskopkar) PTPN VIII terus memperluas lini bisnis untuk memperkuat…

17 jam yang lalu

Kementerian UMKM Fasilitasi UMKM Aceh Bangkit Pascabencana

MONITOR, Aceh – Ratusan pengusaha UMKM terdampak bencana di Aceh mengikuti workshop pendampingan peningkatan kapasitas…

22 jam yang lalu

Kementerian UMKM Dorong Waralaba Jadi Instrumen UMKM Naik Kelas

MONITOR, Surabaya – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) mendorong pengembangan waralaba sebagai salah…

2 hari yang lalu

Soroti Dugaan Korupsi Batu Bara Kukar, LSAK: Uang Disita, Kok Pemiliknya Tidak Ditetapkan Tersangka?

MONITOR, Jakarta - Lembaga Studi Anti Korupsi (LSAK) mendesak Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memperjelas status…

2 hari yang lalu

MTQ Nasional XXXI, Menag: Jadikan Al-Qur’an sebagai Living Quran

MONITOR, Jakarta - Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional XXXI Tahun 2026 di Kota Semarang, Jawa…

2 hari yang lalu

Kemenhaj Umumkan Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2, Seleksi Petugas Berlanjut

MONITOR, Jakarta - Kementerian Haji dan Umrah resmi mengumumkan peserta yang berhak mengikuti Computer Assisted…

2 hari yang lalu