Categories: BISNISEKONOMI

Aliansi Nusantara Nyatakan Siap Kembangkan Perekonomian Daerah Lewat Koperasi

MONITOR, Jakarta – Perkumpulan Aliansi Nusantara yang beranggotakan staf ahli DPD, DPR, jurnalis dan advokat menyatakan siap membangun perekonomian di daerah dengan mengembangkan koperasi dan usaha kecil menengah (UKM).

"Koperasi kami nilai sebagai wadah yang ideal untuk mengembangkan perekonomian daerah, dan itu menjadi pilihan bagi Aliansi Nusantara untuk berkontribusi dalam pembangunan khususnya di daerah dengan mengembangkan koperasi sekaligus UKM," ujar Ketua Umum Aliansi Nusantara, Budiman Soelaim saat menjelaskan hasil Mukernas I Aliansi Nusantara, di Jakarta, Senin (18/12).

Menurutnya, koperasi adalah badan hukum yang sesuai dengan perekonomian yang berazaskan semangat gotong royong. "Dikaitkan dengan ekonomi kerakyatan dimana mayoritas pelaku ekonomi adalah UKM, koperasi juga menjadi lembaga yang ideal. UKM bisa berkumpul membentuk koperasi sehingga bergaining powernya lebih kuat," kata Budiman.

Lebih lanjut ia menjelaskan, saat ini DPP Aliansi Nusantara telah memiliki 14 DPW di tingkat provinsi dan 60 DPC di kabupaten atau kota. 14 DPW yang telah berdiri diantaranya di Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Lampung, Banten, DKI, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Jawa Timur, Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Selatan dan Sulawasi Barat.

"Tahun 2018, kami menargetkan semua DPW sudah memiliki koperasi. Dan DPW itu akan terus bertambah, sebentar lagi kita membuka DPW  NTB," terang Budiman.

Menyambut hal itu, Deputi Bidang Kelembagaan Kementerian  Koperasi dan UKM, Meliadi Sembiring mengatakan, Kemenkop dan UKM mengapreasiasi rencana Aliansi Nusantara dalam membangun perekonomian daerah dengan mengembangkan koperasi dan UKM.

"Kami mengapreasiasi sekaligus menantang Aliansi Nusantara merealisasikan rencananya," kata Meliadi.

Ia menilai, ppa yang akan dilakukan Aliansi Nusantara ini, sesuai dengan tujuan Kemenkop dan UKM, yaitu bagaimana pembangunan ekonomi bisa dinikmati secara merata oleh seluruh rakyat Indonesia.

"Pertumbuhan ekonomi Indonesia kan cukup tinggi, 5,2-5,3 persen. Sekarang bagaimana pemerataannya? Koperasi dan UKM adalah alat yang tepat untuk pemerataan kesejahteraan," kata Meliadi
 

Recent Posts

Panen 88 Hari, Demplot Padi Organik di Subang Tingkatkan Produktivitas hingga Tiga Kali Lipat

MONITOR, Subang – Demplot budidaya padi organik di kawasan Lembur Pakuan, Desa Sukasari, Kecamatan Dawuan,…

24 jam yang lalu

DPR Dukung Aksi Jerhemy Nemo Tebang Sawit Ilegal, Dorong Gerakan Penghijauan Berbasis Pemberdayaan Masyarakat

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan memuji aksi penghijauan yang dilakukan…

2 hari yang lalu

Legislator Soroti Dugaan Klaim Fiktif JKN, Dorong Agar Diusut Tuntas karena ‘Rampok’ Uang Rakyat

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi IX DPR RI Nurhadi menyoroti dugaan praktik klaim fiktif Jaminan…

2 hari yang lalu

Evaluasi Haji Embarkasi Banjarmasin, Menhaj Utamakan Istithaah Kesehatan Hingga Nol Toleransi Pelanggaran

MONITOR, Banjarbaru - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf menegaskan bahwa evaluasi…

2 hari yang lalu

Perkuat Ekosistem Transportasi Berkelanjutan, Jasa Marga Dukung Implementasi Biosolar B50 di Rest Area KM 57A

MONITOR, Jakarta - PT Jasa Marga (Persero) Tbk memperkuat perannya dalam mendukung ekosistem transportasi berkelanjutan…

2 hari yang lalu

Sikapi Penyesuaian BPIH 2027, Menhaj Tekankan Efisiensi Tanpa Turunkan Kualitas Layanan

MONITOR, Banjarbaru - Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) RI Mochamad Irfan Yusuf menyampaikan bahwa Biaya…

2 hari yang lalu