Categories: NASIONALPOLITIK

Tingkah Novanto Jadi ‘Buah Bibir’ Netizen

MONITOR, Jakarta – Sidang perdana terdakwa kasus dugaan korupsi e-KTP Setya Novanto, digelar di Pengadilan Tipikor, Jl Bungur Besar Raya, Jakarta Pusat, Rabu (13/12). Dalam persidangan, mantan Ketua DPR ini menunjukkan gelagat yang tak lazim. Tingkah lakunya yang 'menggemaskan' pun menjadi bahan perbincangan publik.

Berikut ini tiga hal menarik dari sidang Setya Novanto, yang terus menjadi 'buah bibir' netizen.

1. 'Mogok' bicara

Tak disangka, eks Ketua Umum Partai Golkar ini memperlihatkan jurusnya yakni enggan bicara di hadapan majelis hakim. Sembari menunduk lesu, Novanto menepiskan pertanyaan yang diajukan hakim. Ketua Majelis Hakim, Yanto, pun tampak geram dengan ulah Novanto. Bayangkan, beberapa kali ia mengajukan pertanyaan tapi diabaikan oleh suami Deisti Tagor itu. 

Dialog bermula saat Yanto menanyakan identitas Novanto soal namanya. Setelah tiga kali hakim bertanya, barulah Novanto menjawab. Berikut cuplikannya:

Hakim Yanto: Apakah Saudara Terdakwa bisa mendengarkan pertanyaan saya?

Novanto: …

Hakim Yanto: Saya coba, saya ulangi lagi nama lengkap Saudara, Saudara tidak mendengar? 

Novanto: Ya, tidak mendengar.

Hakim Yanto: Apakah nama Saudara Setya Novanto? (hakim mengulanginya 2 kali namun tak ada jawaban)

2. Sakit Diare

Entah benar atau hanyalah alasan, Setya Novanto dikabarkan mengalami penyakit diare. Menurut keterangan kuasa hukumnya, Novanto terserang diare sejak Selasa (12/12) malam. Karena sakit yang dialami, Novanto terpaksa ke toilet hingga 20 kali. Seorang dokter menyebutkan, diare yang menyerang Novanto kemungkinan terjadi karena stres yang dialami, lantaran banyak masalah.

3. Toilet
Masih ada kaitannya dengan penyakit diare. Penyakit ini menyebabkan Novanto harus keluar masuk toilet. Sebelum sidang dimulai, legislator dapil NTT itu menyempatkan ke toilet. Begitupun saat sidang tengah berlangsung, ia meminta izin untuk kembali menuju toilet.

Recent Posts

Komisi Bidang Anak DPR Desak Evaluasi Total Daycare: Jangan Tutup Mata pada Sistem yang Gagal

MONITOR, Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR RI, KH Maman Imanulhaq mengecam keras kasus kekerasan…

4 jam yang lalu

Komisi IV DPR Tegur Bulog yang Belum Tuntaskan Realisasi Bantuan Pangan Februari-Maret

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Alex Indra Lukman menyayangkan ketidakmampuan Bulog…

4 jam yang lalu

Ketua DPR Berduka untuk Korban Kecelakaan KRL, Minta Keamanan Jalur Kereta Ditingkatkan

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyampaikan belasungkawa kepada korban insiden kecelakaan kereta…

4 jam yang lalu

Didorong LPDB, Koperasi Tanaoba Lais Manekat Jadi Kakak Asuh Koperasi Desa di Indonesia Timur

MONITOR, Jakarta - Transformasi koperasi di Indonesia Timur terus bergulir. Tidak sekadar entitas bisnis, koperasi…

4 jam yang lalu

RPB Minahasa Selatan Ekspor Perdana Olahan Sabut Kelapa ke China

MONITOR, Minahasa Selatan – Produk olahan sabut kelapa dari Kabupaten Minahasa Selatan, Sulawesi Utara, berhasil…

5 jam yang lalu

Menaker Tekankan Kesehatan Mental Jadi Bagian Penting dalam SMK3

MONITOR, Jakarta — Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli menegaskan bahwa kesehatan mental kini menjadi bagian penting…

5 jam yang lalu