Categories: HUMANIORASOSIAL

Jaga Kebhinekaan dan Kemajemukan, Fatayat NU Akan Kembangkan Konsep Bela Negara

MONITOR, Jakarta – Era digital dan percepatan media menyisakan potensi konflik sosial sebagai ancaman serius, beragam ujaran kebencian, bullying hingg berdampak pada persekusi atau perundungan mengundang keprihatinan Fatayat NU.

Oleh karenanya, di tengah maraknya hiruk-pikuk isu etnis,  ideologis, dan agama yang terjadi di Indonesia ini, Fatayat NU siap menjaga kebhinekaan dan kemajemukan.

Pernyataan tersebut disampaikan Ketua Umum Fatayat NU, Anggia Ermarini, di Jakarta, Rabu pagi (29/11) melihat fenomena dan dinamika potensi konflik sosial saat ini,  terutama terkait peristiwa dan tindakan pelanggaran kemerderkaan beragama atau berkeyakinan.

"Soal kebhinekaan yang terkoyak oleh peristiwa dan tindakan pelanggaran kemerdekaan beragama atau berkeyakinan (KBB) menjadi salahsatu perhatian dan mengundang keprihatinan Fatayat NU," katanya.

Anggia mengungkapan data Wahid Institut menunjukkan tren peningkatan jumlah yang signifikan di tahun 2016 yakni 204 peritiwa dan 313 tindakan pelanggaran.

Selain itu, dalam pantauan Menkominfo melalui rilisnya, terdapat sekurangnya 800 ribu situs penyebar hoax dan ujaran kebencian yang kini sedang ditangani.

Menurutnya, Fatayat NU mengikuti perkembangan isu-isu nasional di atas dengan cermat. Bahkan Fatayat NU terlibat langsung dalam menjaga kebhinnekaan dan kemejemukan hidup berbangsa. Dengan cara melakukan dialog, kajian, seminar, workshop bahkan audiensi dengan pihak-pihak terkait.

"Sebagai dasar untuk menjaga amanat yang dijunjung oleh organisasi pemudi NU ini yakni menjaga dan melestarikan Islam ahlussunnah wal-jamaah dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berasas Pancasila. Karena itu Fatayat NU turut bertanggung jawab terhadap masa depan nasional Indonesia," katanya.

Anggia pun mengungkapkan bahwa salah satu cara Fatayat NU menjaga kebhinekaan dan kemajemukan di Indonesia ialah dengan mengembangkan konsep bela negara.

 

Recent Posts

Kementerian UMKM Perkuat Transformasi Tata Kelola UMKM Melalui SAPA UMKM

MONITOR, Lombok Barat – Kementerian Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menegaskan komitmennya untuk mewujudkan transformasi…

3 jam yang lalu

Kemenag Tegaskan Madrasah Harus Bebas Kekerasan, Dirjen Pendis: Dorong Kurikulum Berbasis Cinta Lewat Matamuda 2026

MONITOR, Jakarta - Direktur Jenderal Pendidikan Islam (Pendis) Kementerian Agama RI, Prof. Amien Suyitno, menegaskan bahwa madrasah…

5 jam yang lalu

Anak Gunung Krakatau Aktif, Waka Komisi V DPR Ingatkan Pentingnya Keamanan Masyarakat dan Jalur Pelayaran

MONITOR, Jakarta - Wakil Ketua Komisi V DPR RI, Andi Iwan Darmawan Aras menekankan pentingnya…

10 jam yang lalu

Siswa Diduga Korban Bullying Ledakkan Bom Rakitan, Legislator Dorong Ciptakan Lingkungan Sekolah yang Guyub

MONITOR, Jakarta - Anggota DPR RI Alex Indra Lukman menyoroti aksi seorang pelajar berinisial R…

11 jam yang lalu

Menag Resmi Buka KKN Nusantara VI 2026: Mahasiswa dari 42 PTK Se-Indonesia Bawa Semangat Ekoteologi di Tanah Baduy

MONITOR, Serang - Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam, Kementerian Agama Republik Indonesia, secara resmi membuka…

16 jam yang lalu

Puan Soal Krisis Murid di Sekolah Negeri: Harus Jadi Alarm Tata Ulang Pelayanan Pendidikan Dasar Nasional

MONITOR, Jakarta - Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti fenomena sekolah negeri yang kekurangan murid…

1 hari yang lalu